Merasa bersalah dan tidak nyaman dengan perilaku rekan-rekan - butuh saran, tolong.
As-salamu alaykum, maaf ya kalo ini agak mentah, tapi aku perlu cerita ini dan beneran butuh perspektif yang jujur. Ini udah jadi beban buatku sejak lama dan aku cemas tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Aku ngerasa banyak rasa bersalah dan kesal karena beberapa masalah di tempat kerja. Aku punya dua rekan kerja, keduanya non-Muslim, satu cowok dan satu cewek, yang perlakuannya aneh ke aku. Mereka sering ngasih pujian yang terkesan intim, ngajak aku keluar berkali-kali meski aku udah bilang enggak, menunjukkan favoritisme, ngerjain aku, dan nanya hal-hal yang sangat pribadi. Awalnya aku kira ini cuma teman akrab dan aku coba untuk hangat dan sopan kembali. Aku selalu berusaha untuk menghormati dan profesional - aku menjaga obrolan di permukaan dan menghindari topik yang terlalu pribadi. Tapi dua orang ini mulai nanya tentang pengalaman kencan, seksualitas, kehidupan rumah, politik, dan lalu memujiku dengan cara yang terasa berlebihan dan enggak pantas. Salah satunya udah ngajak aku keluar berkali-kali dengan cara yang berbeda dan itu bikin aku merasa enggak nyaman setiap kali aku menolak. Sejak aku sadar perilaku mereka udah melewati batas obrolan normal antar rekan kerja, aku jadi sangat cemas di tempat kerja. Aku overthinking setiap interaksi selama berhari-hari. Aku ulang kata-kataku dan berusaha inget apa aku ngasih kesan yang salah. Aku bahkan nanya-nanya juga tentang apa yang aku pakai, meskipun aku pakai uniform yang longgar dan hijab panjang - enggak ada yang memperlihatkan. Masih aja, aku enggak bisa berhenti mikir apa aku udah ngelakuin sesuatu yang mengundang ini. Aku merasa malu dan sedikit ‘kotor’ secara emosional. Aku enggak mau digoda atau dilihat dalam cara seksual atau romantis. Setiap komentar, bahkan pujian tentang pakaian atau bagian tubuhku, bikin aku merasa ternoda. Aku enggak bercanda atau bertingkah seperti diriku sendiri di tempat kerja lagi. Aku cuma merasa kayaknya aku salah langkah entah gimana. Saudari-saudara (dan saudara juga), tolong jujur - ada yang harus aku lakukan atau ada yang aku lakuin yang nyebabin ini? Aku enggak pikir ini itu perilaku yang normal di tempat kerja. Kebanyakan orang tahu bahwa kita menghindari kencan dan menggoda, jadi kenapa mereka terus melakukan ini kepada aku? Saran tentang cara menetapkan batasan, merespons, atau menghadapi ini sambil menjaga martabat dan iman aku tetap utuh bakal sangat berarti. JazākAllāhu khayran.