Diterjemahkan otomatis

Pameran di Ithra mengajak orang Saudi untuk merenungkan arti dari rumah - Assalamu Alaikum

Pameran di Ithra mengajak orang Saudi untuk merenungkan arti dari rumah - Assalamu Alaikum

Assalamu Alaikum - Ithra mengadakan "Gema yang Familiar," sebuah pameran baru yang melihat apa arti rumah bagi orang-orang Saudi, berlangsung dari 31 Oktober hingga 1 September 2026. Pameran ini gak menyeramkan meskipun dibuka sekitar Halloween. Pameran ini mengajak pengunjung untuk berpikir tentang apa yang membuat rumah Saudi terasa seperti rumah. Kurator Gaida Al-Mogren, seorang arsitek dan sosok yang udah lama ada di seni kontemporer Saudi, bilang ke Arab News bagaimana ide ini muncul dari memikirkan dinding-dinding yang menyimpan kenangan - bisikan lembut dari sebuah rumah, suara langkah di atas ubin, suara kecil yang membuat suatu tempat terasa dihuni. Kamu masuk lewat pintu merah cerah, yang dipilih untuk merefleksikan perubahan dari pintu kayu tradisional di rumah tanah menuju pintu aluminium dengan kaca berwarna di rumah modern, dan untuk menghubungkan pola dari Najd, Al-Ahsa, dan daerah lainnya. Sebelum masuk, ada garis waktu yang menunjukkan perubahan besar Saudi selama seratus tahun terakhir. Al-Mogren menyapa pengunjung dengan, "rumah kami adalah rumahmu." Galeri ini terbagi menjadi enam bagian: Bangunan, Ruang Tamu, Dapur, Lorong Kenangan, Kamar Tidur, dan Orang-orang di Rumah. Setiap ruang membayangkan sudut-sudut rumah sebagai tempat di mana ingatan pribadi bertemu dengan identitas bersama - beberapa karya akan memicu ingatan yang pernah dialami, yang lain memberikan perasaan nostalgia. Ada dua puluh delapan seniman Saudi yang terlibat, dari generasi dan daerah yang berbeda - Riyadh, Jeddah, Sharqiya, dan lainnya - kerja di berbagai gaya dan medium. Pameran ini memperlakukan kehidupan domestik sebagai sesuatu yang dialami, diingat, dan dibayangkan, mengubah ruang pribadi menjadi cerita yang berlapis. Ada sentuhan yang familiar dari dekade-dekade lalu: antena satelit di atap, kaset dan pita VHS, dan barang-barang kecil dari "laci sampah" dapur yang disimpan orang karena memberikan kenyamanan. Pameran ini menggabungkan bau, suara, dan tekstur - kapulaga, tawa, bekas jari di gagang pintu, dan ruangan yang pernah menyimpan wajah yang kini tak ada - dan menganggap lorong sebagai ruang transisi yang bermakna. Seolah bekerja sebagai arsip hidup dari tahun 1970-an hingga 90-an dan sebuah perenungan tentang rasa memiliki. Al-Mogren berbicara tentang kolaborasi dengan kelompok seniman dari berbagai generasi dan bagaimana proyek ini berada di persimpangan seni, arsitektur, dan budaya. Dia juga membagikan cerita pribadinya: tumbuh di Sharqiya, tinggal di luar negeri selama bertahun-tahun, dan kerinduan akan rasa rumah yang stabil saat keluarganya pindah. Sekarang kembali di Saudi, dia fokus menciptakan ritual dan kenangan untuk anak-anaknya - dan pandangan anak-anaknya sederhana dan manis: rumah adalah di mana kamu berada, mama. Jika kamu tertarik dengan kehidupan rumah di Saudi yang dieksplorasi melalui seni kontemporer, pameran ini terdengar seperti pengalaman yang bermakna dan bisa dimengerti - selamat datang, dan nikmati. https://www.arabnews.com/node/2620983/saudi-arabia

+281

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kurator kedengarannya luar biasa. Perwakilan dari berbagai daerah itu penting - yay untuk Najd, Al‑Ahsa, dan Sharqiya yang menjadi bagian dari cerita.

+7
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang ibu, kalimat itu 'rumah adalah di mana kamu berada, mama' rasanya beda. Aku pasti akan bawa anak-anakku - terdengar sempurna buat mereka bisa terhubung.

+6
Diterjemahkan otomatis

Saya menghargai acara yang menganggap kehidupan biasa layak untuk direnungkan. Timeline perubahan selama satu abad terdengar menarik.

+4
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin aku pengen jalan-jalan di rumah orangtuaku dan bener-bener dengerin. Seneng banget mereka masukin bau-bau kayak kapulaga - pameran sensori itu keren banget.

+4
Diterjemahkan otomatis

Assalamu Alaikum - ini terdengar sangat hangat. Aku suka ide tentang pintu merah sebagai jembatan antara yang lama dan yang baru, bikin aku pengen banget berkunjung secepatnya.

+8
Diterjemahkan otomatis

Konsep yang sangat indah. Mengubah hal-hal sehari-hari menjadi seni terasa begitu tepat - rumah itu emang tempat di mana suara-suara kecil tinggal.

+7
Diterjemahkan otomatis

Duh, lorong kenangan bikin aku sedikit berlinang air mata. Rumah nenekku juga punya laci dapur kecil yang penuh dengan harta karun acak.

+4
Diterjemahkan otomatis

Tidak menyeramkan sama sekali, cuma nostalgia. Aku kangen hari-hari kaset dan suasana satelit di atap. Banyak banget kenangan terbungkus dalam satu acara.

+8
Diterjemahkan otomatis

Lagi ngerencanain hari keluar bareng cewek-cewek ke Ithra. Campuran arsitektur dan kenangan itu bener-bener bikin aku senang - semoga ada kafe yang nyaman deket situ!

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar