Dua, Tawakkul, dan Perjuangan dengan Ketidakpastian
As-salamu alaykum. Aku sudah menjalani perjalanan Islamku sendiri, dan belakangan ini feedku dipenuhi dengan semua hal yang berhubungan dengan deen, terutama di Instagram. Ada satu kebutuhan yang sudah kutanyakan kepada Allah sejak lama (tolong doakan supaya aku mendapatkan itu 🥺), dan itu benar-benar bisa mengubah hidupku. Karena itu aku jadi banyak membaca dan terlibat dengan postingan tentang doa yang dikabulkan, tawakkul, dan memperkuat hubunganku dengan Allah dan Islam secara umum. Satu hal yang aku perhatikan adalah beberapa pembuat konten Islam mendorong ide bahwa menerima doa berarti hampir “berhalusinasi” tentang itu-bertindak seolah itu sudah terjadi, tidak memikirkannya, tidak terus-menerus meminta kepada Allah, dan menunjukkan ketidakpedulian total terhadap hal itu. Aku ingin membahas ini karena bukankah itu dicintai Allah saat hamba-Nya menangis dan memohon kepada-Nya, baik untuk kebutuhan duniawi atau spiritual? Aku tidak ingin menyalahkan siapa pun atau pengetahuan mereka. Allah tahu betapa sedikitnya aku tahu, dan aku berusaha untuk belajar lebih banyak, jadi aku bertanya dari tempat rasa ingin tahu, bukan dari penilaian. Aku percaya tawakkul itu penting, dan alhamdulillah aku percaya pada rencana Allah-siapa aku sampai menentang apa yang telah ditentukan Tuhan-ku? Perjuanganku adalah: bagaimana cara berpraktik benar-benar melepaskan sesuatu yang sangat berarti? Dulu aku sangat terpaku pada doa ini dengan keterikatan yang tidak sehat, dan aku sudah berusaha memperbaikinya. Sekarang aku berdoa, mengambil langkah menuju itu, dan percaya bahwa jika itu ditakdirkan untukku, Allah akan memberikannya, dan jika tidak, Dia punya sesuatu yang lebih baik. Tapi bagaimana cara kita benar-benar bertindak seolah itu sudah selesai? Dan bukankah ada riwayat bahwa doa bisa mengubah qadr? Jadi bagaimana kita tidak seharusnya merintih dan menangis kepada Pencipta kita? Apakah boleh merasa tidak pasti kadang-kadang karena kita manusia, atau apakah ketidakpastian itu adalah sesuatu yang ditanamkan shaytan dalam diri kita? Sekali lagi, aku bertanya dari rasa ingin tahu, bukan kritik. Aku tahu ada banyak hal yang tidak aku ketahui dan aku berusaha untuk belajar, jadi tolong koreksi aku jika aku salah dan bagikan nasihat atau sumber yang mungkin membantu :))