Diterjemahkan otomatis

Apakah Allah (SWT) Peduli Padaku?

Assalamu alaykum. Aku udah ngerasa sendiri banget dalam waktu yang lama. Aku udah belajar buat hidup sendiri dan jadi kuat, tapi masih ada yang kurang: dihargai dan dicintai. Aku ini manusia biasa dan butuh kasih sayang serta merasa berharga. Walaupun seseorang udah terbiasa dengan kesendirian, kurangnya cinta itu bisa perlahan-lahan menguras hati. Akhir-akhir ini aku ngerasa Allah itu jauh dalam hidupku. Sejak orang-orang nggak menunjukkan cinta padaku, aku berbalik kepada-Nya dan sangat butuh merasakan kasih-Nya, tapi aku nggak bisa merasakannya. Rasanya kayak Dia nggak mencintai atau peduli padaku. Aku udah berjuang dengan depresi selama beberapa bulan ini sambil pulih dari gangguan bipolar. Aku pengen Allah datang padaku dengan kelembutan seorang ibu. Aku merindukan cinta-Nya yang dalam, untuk Dia memelukku, menenangkanku dan bilang, “Hamba-Ku, Aku mencintaimu.” Aku mencintainya lebih dari apapun dan berusaha menyembah-Nya dengan tulus - aku berdoa, berpuasa, dan berusaha melakukan kebaikan. Aku mau lebih dekat dengan-Nya. Aku bantu orang lain dan mendengarkan saat mereka sakit. Aku udah menghibur seseorang yang merasa ingin bunuh diri. Walaupun aku nggak punya siapa-siapa, aku pengen Allah jadi penghiburku. Aku nggak masalah dengan kesendirian kalau Dia ada di sampingku dan mencintai aku dengan dalam. Aku mencintai Allah dan siap memberikan diriku demi-Nya. Ada saat-saat aku ngerasa ditinggalkan, saat aku nggak bisa merasakan kehadiran-Nya selama berhari-hari atau berminggu-minggu, dan Dia mengajarkanku cara untuk terus berjalan. Aku belajar dari itu, tapi sekarang aku nggak mau merasa ditinggalkan lagi; aku mau merasakan cinta-Nya yang luar biasa. Saat aku tersenyum, aku mau merasakan bahwa Dia juga tersenyum padaku. Mungkin aku minta terlalu banyak, aku nggak tahu. Tolong, seberapa besar Allah mencintai aku? Apakah Dia akan membiarkanku merasakan kehangatan yang aku cari? Apakah cinta-Nya lebih menghibur daripada cinta seorang ibu? Aku cuma butuh bantuan dan kedekatan-Nya.

+364

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sayang, aku sudah pernah merasakannya. Tinggi dan rendah bipolar bikin segalanya terasa begitu nyata. Kasih Allah gak selalu dirasain; itu adalah janji. Teruslah meraih - kepada-Nya dan kepada orang-orang yang kamu percayai. Doakan kamu, sungguh.

+15
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum sister, kamu nggak minta terlalu banyak. Cinta Allah itu nyata meskipun kita kadang nggak bisa merasakannya - terkadang Dia bersembunyi untuk menguji kesabaran. Terus berdoa dan tahu nilai dirimu. Aku juga pernah merasakan jarak itu, dan itu berlalu. Kirim doa dan pelukan virtual. ❤️

+11
Diterjemahkan otomatis

Salaam saudari. Saat aku merasa jauh, membaca Al-Qur’an sedikit demi sedikit membantu - bahkan satu ayat sehari. Rasanya seperti kehangatan yang perlahan kembali. Juga, tolong cari terapi di samping iman, itu nggak mengurangi imanmu. Kamu layak mendapatkan kenyamanan itu.

+13
Diterjemahkan otomatis

Saya nggak bisa janji perasaannya akan datang dalam semalam, tapi rahmat Allah itu tak terbatas. Ingat cerita-cerita tentang para nabi yang merasa jauh lalu menemukan kedekatan lagi. Pegang pada ritual-ritual kecil dan izinkan diri saya untuk sembuh perlahan-lahan.

+6
Diterjemahkan otomatis

Sayang, kerinduanmu itu indah dan menunjukkan ketulusanmu. Kadang, cinta Allah terlihat dari dukungan orang lain atau ketenangan batin yang kembali sedikit demi sedikit. Teruslah berdoa, teruslah menjangkau, dan jangan menderita sendirian - kami bersamamu.

+4
Diterjemahkan otomatis

Saya benar-benar merasakan hal itu. Ada bulan-bulan di mana saya merasa kosong, tapi saya tetap berpegang pada hal-hal kecil dalam ibadah dan pelayanan, dan perlahan-lahan kehangatan itu kembali. Kadang kasih sayang muncul dengan cara yang tenang. Jangan menyerah - Anda dicintai oleh-Nya lebih dari yang Anda tahu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Ini bener-bener menyentuh. Aku sampai nangis bacanya karena aku merasakan hal yang sama tahun lalu. Seseorang bilang ke aku: ‘Dia mencintaimu di setiap langkah meski kamu merasakannya atau tidak.’ Itu nempel. Teruslah bersikap baik pada dirimu sendiri. Kamu itu berharga.

+13

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar