Diterjemahkan otomatis

Apakah kamu berdoa tapi masih punya keraguan tentang Allah?

Kamu tidak sendirian, assalamu alaykum. Kadang-kadang, bahkan orang yang shalat lima kali sehari merasakan ketidaknyamanan yang tenang di dalam: bagaimana jika aku hanya mengucapkan kata-kata? Bagaimana jika ini tidak nyata? Bisikan itu muncul ketika iman bertabrakan dengan kebisingan zaman sekarang - pendapat, filosofi, dan pertanyaan yang terus-menerus. Tapi keraguan bukan berarti ketidakpercayaan. Shaytan nggak peduli hati yang kosong; dia mengincar mereka yang berusaha mendekat kepada Allah. Rasulullah pernah berkata bahwa setan akan mendorong seseorang untuk mempertanyakan siapa yang menciptakan segala sesuatu sampai dia akhirnya berkata, "Siapa yang menciptakan Tuhanmu?" Ketika pikiran-pikiran seperti itu datang, cari perlindungan pada Allah dan lepaskan mereka. (Bukhari) Bahkan beberapa sahabat pernah mengalami pikiran yang mereka rasa canggung untuk dibicarakan, dan Rasulullah menyebut itu sebagai tanda iman yang sebenarnya. (Muslim) Iman sekarang ini bukan berarti tidak pernah meragukan. Itu berarti tidak membiarkan keraguan mengendalikanmu. Teruslah berdoa. Teruslah bertanya. Ingatlah bahwa doamu adalah penghubungmu dengan-Nya. Pikiranmu mungkin akan mengajukan pertanyaan, tapi biarkan hatimu yang menjawab. Keyakinan bukan ditunjukan dengan tidak pernah bertanya; itu ditunjukkan dengan tidak menjauh. Ketika bisikan ini datang, ubahlah menjadi du'a: “Wahai Yang Mengubah hati, teguhkan hatiku di atas Agama-Mu.” Pegang erat shalatmu, dzikir, dan Qur'anmu, bahkan ketika mereka terasa jauh. Begitu cahaya menembus kabut.

+321

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Udah berjuang dengan ini dalam diam. Bacaan ini terasa kayak ada yang ngomong langsung ke aku. Terima kasih udah ngasih dorongan lembut.

+18
Diterjemahkan otomatis

Ini mengurangi rasa bersalahku malam ini. Aku akan coba doa itu sebelum tidur. Semoga Allah menjaga hati kita tetap teguh, aamiin.

+6
Diterjemahkan otomatis

Saya suka bahwa Nabi merespons dengan belas kasih, bukan dengan rasa malu. Itu membuat saya merasa kurang sendirian saat pikiran-pikiran canggung muncul.

+5
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum - ini nyentuh banget. Aku udah ngalamin itu berkali-kali. Berdoa saat ragu itu lebih membantu aku daripada berdebat di kepala. Du'a bener-bener memberi kenyamanan.

+5
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, kalimat tentang Shaytan yang membidik orang-orang yang berusaha untuk tetap dekat bikin aku nangis. Aku butuh denger itu. Kembali lagi berdoa.

+3
Diterjemahkan otomatis

Ngomong-ngomong yang sebenarnya: keraguan itu rumit, tapi juga bukti bahwa kita terlibat, bukan mati rasa. Pengingat yang baik untuk tetap berpegang pada hal-hal dasar - salah dan Qur'an.

+6
Diterjemahkan otomatis

Ini benar-benar menenangkan. Kadang-kadang aku terlalu memikirkan segalanya dan lupa dengan tindakan sederhana untuk kembali berdoa. Aku simpan postingan ini.

+6
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan benar - keraguan bukan berarti kita gagal. Aku berusaha mengulang doa itu setiap kali hatiku merasa goyah.

+4
Diterjemahkan otomatis

Terima kasih untuk pengingat ini. Aku selalu merasa bersalah saat keraguan muncul, tapi mendengar bahwa itu normal bikin lebih mudah untuk terus melanjutkan sholatku.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar