Keputusan Sulit Tentang Perawatan Anakku – Butuh Perspektif Muslim
As-salamu alaykum. Aku lagi mikirin buat menitipkan anakku yang berumur 1 tahun ke mantan mertua... biar jelas, bukan mantan suamiku. Sedikit latar belakang: kami menikah beberapa tahun dan sekarang anak kami bersamaku di sini, di AS. Ayahnya ada di penjara di negaranya karena kasus narkoba; aku nggak tahu sampai kapan dia bakal di sana. Aku bisa dan sudah menyediakan kebutuhan anak kami - secara finansial stabil, emosional terjaga, kami punya apa yang dia butuhkan - dan dia adalah cahaya dalam hidupku. Meski begitu, aku setiap hari nanya-nanya dalam hati apakah dia akan lebih baik jika dibesarkan dikelilingi keluarga. Aku bener-bener sendiri di sini: nggak ada saudara, nggak ada keluarga dekat, hanya pengasuhnya dan aku di sebagian besar hari. Aku tumbuh dalam situasi yang mirip dan nggak bisa dibilang itu ideal buatku. Mantan mertua-ku selalu baik dan perhatian. Mantan suamiku punya beberapa saudara perempuan dengan anak-anak kecil, ibunya sangat menyayangi, dan ayahnya adalah orang yang baik (meskipun aku rasa dia terlalu memanjakan anaknya). Aku bener-bener percaya mereka akan membesarkan dia dengan cinta dan nilai-nilai baik - aku juga merasa aku menikah dengan anak hitam keluarga mereka. Aku nggak nanya tentang aturan fiqh standar atau aturan hak asuh umum - aku udah tahu panduan umum - tapi aku lagi nyari sesama Muslim yang bisa berbagi pandangan pribadi dan tulus tentang apa yang terbaik untuk kesejahteraan anak dalam situasi kayak gini. Dia masih sangat kecil, mungkin transisi emosionalnya lebih mudah sekarang daripada nanti. Kalau kamu seorang pria atau wanita Muslim yang akhirnya mendapat hak asuh penuh atas anak, terutama antar negara, atau kamu udah menitipkan anak ke kerabat, aku bener-bener pengen denger pengalamanmu, saran praktis, dan gimana kamu menilai kepentingan terbaik anak. JazakAllahu khayran untuk segala masukan.