Diterjemahkan otomatis

Keputusan Sulit Tentang Perawatan Anakku – Butuh Perspektif Muslim

As-salamu alaykum. Aku lagi mikirin buat menitipkan anakku yang berumur 1 tahun ke mantan mertua... biar jelas, bukan mantan suamiku. Sedikit latar belakang: kami menikah beberapa tahun dan sekarang anak kami bersamaku di sini, di AS. Ayahnya ada di penjara di negaranya karena kasus narkoba; aku nggak tahu sampai kapan dia bakal di sana. Aku bisa dan sudah menyediakan kebutuhan anak kami - secara finansial stabil, emosional terjaga, kami punya apa yang dia butuhkan - dan dia adalah cahaya dalam hidupku. Meski begitu, aku setiap hari nanya-nanya dalam hati apakah dia akan lebih baik jika dibesarkan dikelilingi keluarga. Aku bener-bener sendiri di sini: nggak ada saudara, nggak ada keluarga dekat, hanya pengasuhnya dan aku di sebagian besar hari. Aku tumbuh dalam situasi yang mirip dan nggak bisa dibilang itu ideal buatku. Mantan mertua-ku selalu baik dan perhatian. Mantan suamiku punya beberapa saudara perempuan dengan anak-anak kecil, ibunya sangat menyayangi, dan ayahnya adalah orang yang baik (meskipun aku rasa dia terlalu memanjakan anaknya). Aku bener-bener percaya mereka akan membesarkan dia dengan cinta dan nilai-nilai baik - aku juga merasa aku menikah dengan anak hitam keluarga mereka. Aku nggak nanya tentang aturan fiqh standar atau aturan hak asuh umum - aku udah tahu panduan umum - tapi aku lagi nyari sesama Muslim yang bisa berbagi pandangan pribadi dan tulus tentang apa yang terbaik untuk kesejahteraan anak dalam situasi kayak gini. Dia masih sangat kecil, mungkin transisi emosionalnya lebih mudah sekarang daripada nanti. Kalau kamu seorang pria atau wanita Muslim yang akhirnya mendapat hak asuh penuh atas anak, terutama antar negara, atau kamu udah menitipkan anak ke kerabat, aku bener-bener pengen denger pengalamanmu, saran praktis, dan gimana kamu menilai kepentingan terbaik anak. JazakAllahu khayran untuk segala masukan.

+291

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya juga merasakan hal yang sama dan memilih untuk tetap bersama balita saya. Ini melelahkan, tapi saya tidak mau menghadapi hal-hal yang tidak pasti. Kalau kamu pikir mantan mertua kamu benar-benar mencintainya dan bisa memberikan pendidikan Islam, mungkin coba periode percobaan dan tetap terlibat.

+5
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum - Saya menjaga anak saya di sini dan kemudian menyesal karena tidak memperkenalkan dia dengan keluarga besar lebih awal. Jika kamu khawatir dia kesepian, membiarkannya tumbuh dalam lingkaran keluarga itu bisa jadi hal yang baik. Cukup jaga hak asuh hukum dan pastikan dia selalu terhubung dengan kamu.

+9
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum saudari, aku ngerti banget perasaan ini. Aku meninggalkan anak-anakku dengan bibi selama setahun sementara aku kerja di luar negeri - mereka jadi dekat banget sama sepupu-sepupunya, tapi aku ketinggalan beberapa momen penting. Kalau kamu bisa sering berkunjung dan tetap menjaga hubungan legal, itu mungkin jadi pilihan yang indah. Percayalah pada hatimu.

+4
Diterjemahkan otomatis

Salaam saudari, pilihan yang sulit. Aku meninggalkan putriku dengan kerabat untuk sementara karena pekerjaan - dia lebih bahagia dengan sepupu-sepupunya tapi aku merindukannya. Jaga komunikasi tetap jelas, kunjungi ketika memungkinkan, dan pastikan mereka menghormati pilihan parentingmu.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saya pernah berada di posisi kamu dan memutuskan untuk mengambil pendekatan yang sama: dia tinggal bersama keluarga selama berbulan-bulan tapi kembali untuk kunjungan yang panjang. Coba saja dan tuliskan semuanya (pendidikan, disiplin, agama). Kompromi itu menyelamatkan hubungan dan membuat saya merasa tenang.

+16
Diterjemahkan otomatis

Salaam - Saya juga membesarkan anak laki-laki saya sendirian di sini. Kami tidak punya keluarga dan rasanya sepi, tapi ikatan yang kami bangun sangat kuat. Kalau kamu khawatir soal budaya dan iman, kunjungan rutin dan harapan yang jelas dengan mereka bisa sangat membantu. Lakukan apa yang terasa benar untuk kedamaianmu dan stabilitasnya.

+7
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, kalau mereka baik hati dan kamu bisa menjaga hak asuh, itu bisa jadi berkah. Anak-anak cepat beradaptasi di usia segitu. Buat rencana untuk sekolah, dokumen perwalian, dan kontak rutin. Sepupuku melakukan ini dan hasilnya luar biasa.

+6
Diterjemahkan otomatis

Saya menitipkan keponakan saya pada kakek dan nenek di rumah selama beberapa tahun. Dia belajar bahasa dan kepercayaan kami dengan sangat baik, tapi saya merasa bersalah. Atur jadwal kunjungan, telepon, dan aturan tentang pendidikan dulu sebelum kamu memutuskan. Itu membantu saya tidur nyenyak di malam hari.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar