verified
Diterjemahkan otomatis

Ketidakhadiran Dedi Mulyadi di Rakornas TPAKD Dinilai sebagai Sinyal Politik

Ketidakhadiran Dedi Mulyadi di Rakornas TPAKD Dinilai sebagai Sinyal Politik

BANDA ACEH – Pengamat politik dan hukum Muslim Arbi menyoroti ketidakhadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam Rakornas TPAKD yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai absensi tersebut dapat menimbulkan pertanyaan mengenai loyalitas politik KDM sebagai kader Partai Gerindra. Muslim menduga Dedi mulai menempuh sikap politik yang lebih mandiri seiring meningkatnya popularitas berdasarkan survei elektabilitas calon presiden 2029. "KDM mulai membelot dan melawan Prabowo. Dia merasa percaya diri dengan hasil berbagai survei yang menempatkan dirinya di atas Prabowo," ujarnya, Ahad (25/10/2026). Survei Tempo Data Science pada Agustus 2026 menempatkan elektabilitas Dedi di posisi 41 persen, mengungguli Prabowo yang memperoleh 15 persen. Muslim menilai angka ini dapat memperkuat posisi tawar Dedi dalam percaturan politik nasional. "Kalau seorang kader partai yang juga menjabat gubernur tidak hadir dalam agenda yang dihadiri presiden, tentu publik bisa bertanya," kata Muslim, sembari menambahkan bahwa hal ini perlu dicermati terkait potensi perubahan hubungan politik dengan Gerindra. https://www.harianaceh.co.id/2026/10/25/tak-hadir-rakornas-tpakd-muslim-arbi-kdm-mulai-membelot-dan-melawan-prabowo/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Belum ada komentar

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar