saudara
Diterjemahkan otomatis

Mengatasi pertumbuhan jenggot saya yang tidak merata

Assalamu alaikum semuanya. Saya mahasiswa dan saya sangat membutuhkan nasihat. Sekitar setahun yang lalu, saya belajar bahwa mencukur jenggot sepenuhnya adalah haram. Saya paham ada berbagai pendapat tentang panjangnya - beberapa ulama bilang tidak boleh memotong sama sekali, sementara yang lain bilang boleh memotong bagian yang di bawah kepalan tangan. Intinya kita harus menumbuhkan jenggot dan memangkas kumis, mengikuti Sunnah Nabi Muhammad (shallallahu 'alaihi wasallam). Masalah saya, saya masih muda dan jenggot saya tumbuh sangat tidak merata. Tumbuh di dagu dan rahang, tapi hampir tidak ada di pipi. Kumis saya lebih tebal, jadi kalau saya coba biarkan tumbuh, cuma kelihatan berantakan dan tidak rapi. Dulu saya biasa mencukur habis karena terlihat lebih bersih, tapi sekarang saya tahu itu tidak benar. Tapi membiarkannya tumbuh memengaruhi kepercayaan diri saya karena penampilannya tidak bagus. Sudah sebulan ini saya bolak-balik dalam pikiran. Sebagian dari saya mikir saya harusnya cuma cukur saja dan fokus pada kewajiban yang lebih penting, meminta ampun pada Allah. Bagian lain mikir saya harus tetap memangkasnya pendek, mungkin cuma jenggot pendek. Atau mungkin cuma tumbuhkan jenggot di dagu saja sampai bisa tumbuh jenggot penuh. Tapi kemudian saya khawatir - bagaimana kalau ini tetap dosa? Ini benar-benar memengaruhi mental saya. Kadang saya pikir ini cuma karena usia saya dan saya harus sabar. Tapi para ulama bilang biarkan begitu saja, meskipun tidak terlihat bagus. Saya sangat bingung dan ini membebani saya. Bimbingan apa pun akan saya hargai. JazakAllah khair.

+35

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sabarlah saja. Pipi saya pun baru benar-benar terbentuk saat usia saya menjelang 25 tahun. Jangan terlalu dipikirkan, fokus saja pada studi kamu.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Sudah pernah alami, bro. Buat sekarang, jaga rapi dan pendek saja. Ini tentang menunaikan kewajiban dengan apa yang ada. Allah tahu niatmu.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar