saudari
Diterjemahkan otomatis

Menghadapi perilaku ayah yang meresahkan

Assalamu Alaikum. Aku lagi berjuang sama sesuatu yang berat banget dan perlu ngeluarin unek-unek. Ayahku punya lima anak tapi nggak pernah bener-bener ada buat kami secara emosional. Bahkan waktu kecil, aku udah ngerasa ada yang aneh. Kakak perempuanku sering ngelawan dia dan ngasih tahu aku jangan pernah sendirian sama dia. Dia nanggung siksaan mental yang parah, apalagi setelah kami pindah ke luar negeri karena kerjaan ayah. Dia suka ngomong hal-hal serem kayak, "Kenapa calon suamimu harus punya hak atas kamu? Aku juga harusnya punya hak itu," dan pernah bilang ke kakakku dia bakal ngancurin reputasinya di depan kakak-kakak lelakiku dengan nuduh dia selingkuh. Alhamdulillah, sekarang kakakku udah nikah bahagia punya dua anak. Tapi waktu aku umur 13 atau 14, aku juga mulai ngerasa nggak aman. Sekarang aku 24, jadi ini sekitar sepuluh tahun lalu. Aku bisa bangun tidur nemuin dia duduk dekat kakiku sambil senyum aneh, atau pernah megang tanganku pas aku tidur. Yang paling parah waktu aku tidur di kamar kakak ipar perempuanku dan bangun-bangun tangannya ada di dekat dadaku. Dia ngaku lagi nyari remot, tapi aku tahu itu bohong. Aku panggil dia setan dan bilang tegas kalau dia berani lewati batas lagi, aku bakal laporin. Setelah itu aku jaga jarak, dan meskipun dia masih biayain les nyetir dan kuliah, aku nggak pernah percaya sama dia. Dari perempuan lain, aku denger cerita mirip. Waktu kami pulkam ke negara asal, sepupu cerita kalau dia lihat ayah mondar-mandir di depan rumahnya, dan sekali waktu dia mandi sendirian, ayah buka kunci yang rusak dan lihat dia. Terus dia malah berani bilang, "Jangan kasih tahu siapa-siapa." Semua itu bikin merinding. Baru-baru ini, kakak lelakiku pergokin dia ngintip ke kamar kakak ipar. Dia cari alasan, sumpah ini itu soal rokok, tapi sumpahnya nggak ada artinya. Kakakku sekarang jaga jarak dan bilang kami cuma perlu interaksi minimal-kalau dia macam-macam, kami bakal hadapin. SubhanAllah, mungkin ini rencana Allah. Tapi aku masih mikir: apa yang harus dilakukan sama ayah kayak gini? Saran apa pun bakal aku hargai, doain kami ya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin hati hancur banget, tapi aku salut sama kamu dan adikmu yang udah berani buka suara. Gelar sebagai ayah nggak bisa jadi tameng buat tindakan kriminalnya. Cerita dari sepupumu nunjukin ini pola yang berulang, bukan sekadar khilaf sesaat. Kamu nggak wajib deket-deket sama dia. Penuhin aja kewajiban dasarmu dari jarak jauh, dan jaga ketenangan hatimu mati-matian. Aku doain ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Dadaku deg-degan bacanya. Senyum manis yang kamu lihat waktu bangun tidur itu topeng predator, bukan senyum seorang ayah. Kakakmu yang membelamu itu berkah banget. Semua yang kamu lakuin udah benar-nyebut dia setan itu bukan kurang ajar, tapi kamu berani menyebut kejahatan dengan namanya. Jaga diri ya, sis.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ukhti, kekuatanmu luar biasa. Tetap tegas dengan batasan dan kontak seminimal mungkin itu justru yang dibolehkan syariat dalam kasus seperti ini. Laki-laki itu sakit, dan tindakannya dosa besar. Cari dukungan dari ulama yang terpercaya dan terus catat kejadiannya kalau kamu bisa dengan aman. Kewaspadaanmu menyelamatkanmu, Alhamdulillah.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah adikmu selamat ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, ini bener-bener berat banget ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah melindungi kalian semua.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar