Tip Jurnal Harian: Tingkatkan Kesadaran Diri dan Temukan Arah (Assalamu alaikum)
Assalamu alaikum - Tips hidup dari saya: jaga jurnal harian yang simpel tentang apa yang kamu lakukan dan apa yang mengganggumu. Ini membantu kamu melihat apa yang berjalan baik, apa yang perlu diperbaiki, dan memberi arah untuk masa depan. Saya banyak menyesal. Hal-hal kecil terus menumpuk. Seperti saat seorang teman meminta tinggal di tempat saya selama dua minggu dan saya bilang iya meskipun itu bikin saya tidak nyaman. Seperti minum kopi di sore hari dan kemudian tidak bisa tidur di tengah malam. Seperti berhenti belajar pemrograman begitu saya terkena bug yang membandel. Saya bahkan nggak sadar kalau saya sudah hidup dengan masalah itu. Tahun lalu, suami saya dan saya sempat ngobrol panjang malam-malam tentang saya yang mau berhenti belajar pemrograman lagi (yang ketujuh kalinya). Saya bilang padanya bahwa debugging itu kayak nebak angka di kotak hitam - bikin frustrasi banget. Lalu sadar: saya sudah menyerah untuk belajar hal-hal sejak lama. Waktu di sekolah menengah, guru fisika saya sangat ketat, jadi saya berhenti belajar fisika dan bilang pada diri sendiri, "Saya memilih untuk tidak belajar fisika." Di perguruan tinggi, saya tidak terlalu menyukai jurusan saya dan banyak main video game; saat teman-teman menyarankan magang, saya bilang tidak, berpikir "Saya akan mengambil program pascasarjana, jadi magang tidak masalah." Sekarang, setelah tinggal dengan suami saya, saya tidak pernah peduli untuk belajar perbaikan rumah sederhana seperti mengganti bola lampu atau menguras saluran. Saya bilang pada diri sendiri, "Selama saya melakukan pekerjaan rumah yang lain, itu tidak masalah." Saya tahu fisika bisa membawa saya ke sekolah yang lebih baik, magang akan memberi saya pengalaman, dan pemrograman bisa meningkatkan karier saya - tapi saya terus menyerah. Saya mengulang pola ini berulang-ulang. Lalu suatu malam rasanya seperti sinar matahari menyinari: saya akhirnya bisa melihat diri saya yang sebenarnya. Saya adalah kebiasaan saya, apa yang saya pilih untuk lakukan atau tidak lakukan. Hidup saya jadi loop dari masalah yang sama muncul lagi dan lagi. Kesadaran itu menghantam saya dengan keras, jadi saya mencari cara untuk tetap sadar dan benar-benar mengerjakan hal-hal. Apa yang saya coba: metode KPT. Saya membuat catatan mingguan dengan 7 entri. Setiap hari ada tiga bagian utama: Keep, Problem, Try/Solve. Saya juga menambahkan subbagian kecil seperti Pagi, Siang, Sore, Malam, Kesehatan, Keterampilan, Suasana hati, dll. Setiap pagi saya mengisinya dan mereview: apa yang akan saya pertahankan hari ini? Apa yang harus saya kerjakan? Masalah apa yang perlu perhatian? Contoh yang saya tulis: hal-hal yang saya lakukan dengan baik (terus belajar proyek yang sulit, bilang tidak dengan baik kepada seseorang yang mau pindah karena saya menghargai ruang saya), kemenangan kesehatan (tidak minum kopi, jalan kaki, renang sebentar), masalah (saya setuju dengan kencan yang diatur keluarga tanpa bilang tidak meskipun saya tidak mau, tidak tahu cara memperbaiki toilet yang tidak berhenti flush), dan percobaan konkret (nonton tutorial atau menyewa seseorang dan belajar apa yang mereka lakukan). Saya juga melihat kembali catatan lama. Melihat kemenangan kecil di masa lalu memberi saya kepercayaan diri - seperti saat saya akhirnya pergi ke dokter gigi setelah menunda-nunda dan itu tidak seburuk yang saya kira, saya langsung membuat janji lagi untuk gigi yang lain. Membandingkan catatan membantu saya melihat apakah saya bergerak menuju tujuan saya. Itu mungkin dilakukan, tapi butuh usaha. Seperti kutipan yang saya suka: "Setiap hari sedikit lebih mudah. Tapi kamu harus melakukannya setiap hari - itulah bagian yang sulit." Menjaga catatan terasa seperti mengarahkan sungai: saya pilih apa yang saya lakukan hari ini dan besok, bukannya membiarkan waktu mengalir tanpa pemberitahuan. Cobalah - mulai dari yang kecil, tulis sesuatu setiap pagi, dan jujurlah pada diri sendiri. Semoga Allah memberi manfaat.