Penasaran Soal Islam – Beberapa Pertanyaan Jujur
Assalamu alaikum, semuanya. Aku cewek dari latar belakang non-Muslim (satu-satunya di keluargaku yang bukan Muslim) dan ada beberapa hal yang mengganjal di pikiranku soal Islam. Semoga boleh ya nanya di sini. Pertama, apakah Al-Quran pernah diubah atau ditulis ulang seiring waktu? Kalau enggak, kenapa? Orang tuaku selalu bilang kitab itu nggak pernah diubah karena ini kitab suci dan Allah sendiri yang melindunginya dari pengeditan. Tapi karena aku nggak begitu percaya, penjelasan itu rasanya agak mustahil buatku-kecuali ada alasan lain kenapa isinya tetap sama. Atau mungkin sebenarnya pernah diubah suatu saat dulu?? Kedua, aku penasaran-seorang pria Muslim itu harusnya lebih cinta damai atau siap bertarung? Aku pernah bilang ke ibuku kalau suatu saat aku punya anak laki-laki, aku mau menamainya sesuatu yang artinya “pria yang tenang dan damai” dalam bahasa asliku. Dia sama sekali nggak suka dan bilang pria Muslim sejati nggak boleh cuma damai, dia harus jadi pejuang. Aku nggak membantah, tapi rasanya aneh, karena aku pikir Islam itu agama perdamaian? Hal lain-kenapa sih beberapa hal cuma boleh dilakukan dengan tangan kanan atau kiri? Misalnya, kenapa makan pakai tangan kiri itu nggak boleh? Aku jujur nggak ngerti alasannya. Pertanyaan keempat: kenapa kita harus mencintai Nabi Muhammad (aku rasa aku harus bilang shallallahu ‘alaihi wasallam, tapi aku juga nggak sepenuhnya paham itu) lebih dari orang tua kita sendiri? Ibuku pernah benar-benar nangis waktu ngomongin beliau dan bilang dia mencintainya lebih dari siapa pun di dunia, bahkan orang tuanya. Aku cuma nggak bisa ngerti-kenapa nangis segitunya buat seseorang yang hidupnya udah lama banget? Apa ini hal yang umum di Islam? Terakhir, aku pernah dengar tentang orang yang lahir dan besar di keluarga Muslim tapi kemudian meninggalkan agamanya. Kenapa itu bisa terjadi? Apa mereka dulu benar-benar Muslim dari awalnya? Aku nanya semua ini karena orang tuaku, terutama ayah tiriku, terus mendorongku buat jadi Muslim dan mulai shalat. Ini udah berlangsung sekitar empat tahun. Kayaknya mereka nggak nyaman aku nggak percaya. Ayahku bahkan bilang kalau aku nggak segera menerima Islam, aku bakal dalam masalah besar. Sejujurnya, aku nggak begitu mau ikut, aku cuma mengikuti saja karena mereka yang minta.