Apakah sumpah menyakitkan dari ibu bisa memengaruhi kepercayaan diriku?
As-salamu alaykum - Aku bener-bener sedih dan butuh saran. Setiap kali aku dan ibuku berdebat, dia ngomong hal-hal kayak “Aku harap kamu tidak pernah sukses” dan bahkan bersumpah demi Allah, bilang kalau dia nggak akan terima jika aku masuk universitas, dapat pekerjaan, atau menghasilkan uang. Dia pernah bilang hal-hal yang terasa kayak kutukan tentang masa depanku dan kadang dia tambah frasa yang artinya “Allah melihat.” Aku terus berharap ini cuma diucapkan karena marah, tapi dia nggak pernah minta maaf. Sekali dia bahkan bilang dia akan menyimpan aku dalam doanya supaya nggak ada hal baik yang terjadi padaku, atau bahwa Allah akan memperlakukanku sesuai bagaimana aku memperlakukannya - dan itu bener-bener menyakitkan karena aku selalu berusaha memperlakukan dia dengan cinta dan hormat serta mengikuti apa yang dia minta. Akhir-akhir ini aku perhatiin suatu pola: aku belajar keras dan dapat hasil baik di ujian percobaan, tapi di ujian yang sebenarnya cuma dapat nilai pas-pasan, dan sekarang aku lagi di tahun jeda. Aku merasa kata-katanya - sumpah demi Allah dan pernyataan negatif tentang masa depanku - mungkin berdampak secara mental dan menghentikanku untuk berprestasi. Aku juga berjuang dengan doaku meskipun aku pengen lebih banyak berdoa, dan aku nanya apakah semua ini ada hubungannya dengan Islam atau janji-janji yang dia buat atas nama Allah. Aku udah nangis sepanjang pagi dan sangat menghargai saran apa pun. Apakah mungkin sumpah-sumpahnya yang menyakitkan itu merusak kepercayaan diriku dan kinerjaku? Bagaimana seharusnya aku mendekati ini dari perspektif Islami dan praktis? Apa yang bisa aku lakukan untuk melindungi iman, kesehatan mental, dan masa depanku ketika orang yang aku cintai terus mengatakan hal-hal seperti itu?