Bisa kita hargai makanan sebentar, ya?
Assalamu alaikum - ini agak acak sih, tapi aku baru aja makan sup asam pedas yang terbaik dan itu bikin aku mikir. Aku suka semua jenis buah: stroberi, mangga, kiwi, buah naga (yang harganya setengah tabunganmu tapi rasanya bener-bener elegan 😭). Sekarang karena musim dingin udah datang, delima juga muncul lagi dan aku udah makan itu setiap hari - bener-bener bikin bahagia. 😋 Iya, ngebongkar permata merah kecil itu bener-bener ujian kesabaran. Kita tuh bisa di situ selama 20 menit mikir, “Ya Allah, ini bukan yang aku daftar,” tapi lalu kamu makan gigitan pertama dan rasanya kayak, inilah kegunaan sabr. Dan jangan bikin aku mulai ngomong tentang comfort food - sup yang kayak pelukan hangat, biryani yang mungkin bisa menyelesaikan perdamaian dunia, Afghani pulao yang basically sempurna, butter chicken yang bisa ngejauhin sedih, dan pasta dalam semua kelezatan karbohidratnya, dan masih banyak lagi 🤤 Kadang aku cuma berhenti dan mikir: SubhanAllah, Allah (SWT) bisa bikin semuanya rasanya sama, tapi Dia enggak. Dia kasih kita manis, pedas, asam, renyah, krimi - kayak Dia bilang, “Biarkan mereka menikmati dunia ini sedikit.” 😂 Kalau ini cuma contoh kecil dari apa yang Allah taruh di dunia ini, lalu gimana ya makanan di Jannah nanti? Enggak ada usaha, enggak ada nasi yang gosong, enggak ada potong bawang sampe nangis. Buah yang enggak pernah busuk, minuman yang enggak ada habisnya, dan rasa yang di luar imajinasi. Kita mudah banget ngelupain berkah kecil ini, tapi makanan adalah salah satu pengingat harian yang paling manis tentang kemurahan dan kreativitas Allah. Setiap rasa, setiap warna, setiap gigitan - semuanya adalah tanda dari kebaikan-Nya. 🫶🍽️