Apakah menikah online di Abu Dhabi bisa membawa kebahagiaan dalam pernikahan? Assalamu alaykum - Pemikiran dari para ahli pernikahan dan pengacara
Assalamu alaykum. Para perencana pernikahan dan pengacara keluarga telah berbagi pandangan mereka tentang Abu Dhabi yang memperkenalkan layanan pernikahan online, dan pendapatnya beragam - ada yang menyebut ini sebagai langkah “cerdas, modern”.
Bulan ini, pihak berwenang mengatakan pasangan bisa mendaftar untuk menikah melalui aplikasi Tamm seharga Dh800 ($217) dari mana saja di dunia. Upacara bisa dilakukan langsung atau jarak jauh melalui tautan video yang aman, dengan petugas nikah dan dua saksi bergabung melalui telepon atau komputer, dan tamu bisa hadir secara virtual.
Layanan ini, yang diperkenalkan di pameran teknologi di Dubai, akan diawasi oleh Departemen Kehakiman Abu Dhabi dan terbuka untuk warga negara, penduduk dan pengunjung UAE.
Seorang pendiri inspirasi pernikahan mengatakan langkah ini adalah “cerdas, modern, dan sudah lama ditunggu.” Dia mencatat bahwa ini akan menyederhanakan sisi hukum bagi banyak pasangan, terutama ekspat yang menangani dokumen antar negara, dan dapat membantu pasangan lebih fokus pada kebahagiaan menikah.
Dia menambahkan bahwa menandatangani dokumen secara online tidak akan menggantikan pengalaman berjalan di lorong, mendengarkan lagu pernikahan, atau merayakan dengan keluarga dan teman. Kenyamanan ini mungkin mendorong lebih banyak orang memilih Abu Dhabi untuk pernikahan tujuan, tapi momen dan emosi yang sebenarnya tetap tak tergantikan.
Seorang perencana pernikahan menyatakan kehati-hatian tentang mereduksi pernikahan menjadi beberapa klik. Dia bilang bahkan upacara kecil dan intim bisa berarti banyak, dan format tersebut seharusnya tidak menghilangkan makna hari itu.
Seorang pengacara perceraian menyambut langkah tanpa kertas ini, tetapi memperingatkan bahwa ini bisa mendorong pernikahan yang terburu-buru di antara penduduk asing. Dia menekankan bahwa pernikahan harus didekati dengan hati-hati dan menyarankan orang-orang untuk belajar tentang pentingnya dan konsekuensi hukumnya sebelum melanjutkan. Dia juga menunjukkan kemungkinan hasil hukum dalam pernikahan sipil di Abu Dhabi, seperti pembagian aset dan aturan hak asuh, yang mungkin berbeda dari yurisdiksi lain dan yang harus dipahami pasangan.
Departemen kehakiman telah mendaftarkan banyak kontrak pernikahan sipil sejak undang-undang yang relevan mulai berlaku, dan aplikasi dari penduduk asing meningkat. Pengadilan keluarga sipil juga menangani lebih banyak kasus perceraian yang melibatkan ekspatriat selama bertahun-tahun; kasus-kasus semacam ini sering diselesaikan dengan cepat.
Untuk mengurangi risiko, pengacara itu merekomendasikan agar pasangan yang mempertimbangkan pernikahan digital mencari nasihat hukum yang tepat dan mungkin mengikuti kursus singkat tentang implikasi hukum dan keluarga agar mereka tahu apa yang mereka ikatkan.
Singkatnya: opsi online ini mungkin membuat proses hukum lebih mudah dan lebih aksesibel, khususnya bagi mereka yang di luar negeri, tapi tidak menggantikan dimensi pribadi, spiritual, dan sosial dari pernikahan. Pasangan disarankan untuk sadar, mencari panduan, dan mendekati ikatan ini dengan niat dan pemahaman. Semoga Allah membimbing mereka yang berniat untuk menikah dan memberkati ikatan mereka.
https://www.thenationalnews.co