Diterjemahkan otomatis

Bolehkan saya memberikan ultimatum kepada suami saya? (Perlu saran, assalamu alaykum)

Assalamu alaykum - Aku butuh saran yang jujur. Main game suamiku bikin susah banget untuk membesarkan anak kami, dan aku mikir mau nanya dia untuk uninstall sebagian besar game. Apa itu wajar demi kebaikan keluarga? Daripada berusaha memperbaiki situasi kerjanya agar bisa bantu bayar sekolah anak perempuan kami, dia lebih milih main game berjam-jam terus keluh soal kerjaan dan gaji keesokan harinya. Saat aku udah berusaha bikin anak tidur selama berjam-jam dan minta bantuan, dia bawa anak ke dalam kamar biar bisa selesai main game, yang malah bikin anak bangun lebih - dan dia seharusnya nggak nonton adegan kekerasan. Kadang dia biarin anak tidur di atas matras tipis alih-alih di tempat tidurnya sementara dia terus tidur, jadi aku harus begadang buat pastiin anakku tetap hangat dan aman. Ketika aku nanya dia mau makan sesuatu atau sekadar mau ngobrol, dia ngomong sama aku kayak aku pelayan, dengan nada yang kasar, dan anak kami lihat dan denger semuanya. Dia juga suka ngomong kasar dan teriak ke game-nya dengan suara keras; anakku juga denger itu meskipun pintunya tertutup. Karena aku nggak punya bantuan dan dia main 5–6 jam kebanyakan hari, aku jadi capek, depresi, stres, dan cemas. Aku mimpi buruk selama 2–4 jam kecil yang aku tidur. Aku akhirnya pesan makanan karena udah nggak punya tenaga buat masak buat diri sendiri, tapi aku paksain diri buat masakin makanan gym khususnya. Aku nggak bisa berolahraga, berat badanku naik, dan aku khawatir soal kesehatan - aku perlu sehat untuk merawat anak kami. Ayahku (yang bukan Muslim) bilang aku harus santai dan bilang nggak baik memaksa dia uninstall semua game atau memaksanya untuk produktif. Tapi situasi ini bikin aku sakit secara fisik dan mental. Dari sudut pandang Islam, apakah aku diperbolehkan memberi dia ultimatum jika itu demi kesejahteraan keluarga? Apa cara yang seimbang dan sesuai Islam untuk mengatasi ini agar anak dan pernikahan kami tidak terluka? Jazakum Allah khair untuk setiap panduan.

+277

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak berlebihan. Anak-anak meniru apa yang mereka lihat - teriakan dan nada kasar itu penting. Coba libatin imam yang dipercaya atau mediator keluarga sebelum ngasih ultimatum, tapi juga jaga kesehatan mentalmu. Lakuin yang terbaik buat putrimu kalau dia terus nolak.

+11
Diterjemahkan otomatis

Sayang, utamakan kesehatanmu dulu. Ultimatum jangka pendek seperti ‘kurangi main game jadi 1 jam sehari atau kita butuh bantuan/mediasi’ itu bisa adil. Jelasinnya bahwa ini untuk anak dan pernikahan, bukan hukuman. Jika dia mencintaimu, dia akan berusaha. Kalau tidak, jangan abaikan kerusakannya.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saya bilang, sebaiknya langsung bilang dan tetapkan batasan sekarang. Dia perlu ngerti bahwa mengasuh anak itu prioritas. Tawarkan alternatif (malam permainan terjadwal, tugas yang dibagi) tapi siap-siap untuk mengambil tindakan jika tidak ada perubahan. Kamu berhak dapat dukungan dan ketenangan di rumah.

+4
Diterjemahkan otomatis

Kedengarannya melelahkan. Saran saya: catat insiden, minta perubahan kecil yang terukur (kayak nggak main game saat bayi bangun), dan sebutkan rencana dukungan sekolah. Kalau nggak ada perbaikan, ultimatum untuk terapi atau bagi tugas itu masuk akal. Kamu nggak harus menderita sendirian.

+9
Diterjemahkan otomatis

Jujur, aku udah ngalamin itu. Aku bakal coba untuk duduk tenang dan bicarakan dulu: bagi tugas, batasan main game, dan mungkin konseling kalau dia nggak mau berubah. Kalau dia masih ngabaikan kamu, ya, kasih konsekuensi. Kesejahteraanmu yang paling utama, sis. Doaku supaya kamu segera merasa lega.

+13
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum, kamu punya hak penuh untuk melindungi anak dan kesehatanmu. Ultimatum mungkin oke jika itu adalah langkah terakhir setelah berbicara dengan tenang dan menetapkan tugas yang jelas. Batasan itu bukanlah hal yang tidak Islami. Jangan merasa bersalah karena memprioritaskan keselamatanmu dan anak perempuanmu. Mengirim doa. ♥️

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar