Menghindari kontak fisik di pertemuan keluarga - Salaam dan sebuah rencana
Assalamu alaikum - Saya adalah seorang Muslimah yang baru saja memeluk Islam dan mengenakan hijab. Saya tinggal di negara Muslim selama beberapa tahun, dan sekarang saya kembali ke rumah di mana sebagian besar keluarga saya beragama Kristen atau sekuler. Saya punya acara besar kumpul keluarga sebentar lagi dengan saudara dekat dan jauh serta pasangan mereka. Biasanya kami salaman dan terkadang berpelukan jika kami dekat. Saya berusaha menghindari kontak fisik dengan beberapa sepupu dan kerabat lain yang sebaiknya tidak saya sentuh karena alasan agama, tapi saya tidak ingin menyinggung siapa pun atau terkesan kasar. Orang-orang di sini mungkin bilang itu berlebihan atau sok alim. Ada cara sederhana untuk menangani salam yang terasa alami dan hormat tanpa membuat suasana jadi canggung? Beberapa ide yang sudah saya pikirkan: - Tawarkan salam verbal yang hangat dan senyuman saat mendekat, jadi jelas kalau kamu sedang menyapa mereka. - Letakkan tanganmu di atas hati saat mengucapkan "As-salamu alaikum" atau "Semoga damai bersamamu" - itu tanda hormat yang tulus dan sering dibaca sebagai sopan ketimbang dingin. - Lakukan sedikit anggukan atau lambaian kecil alih-alih menjulurkan tangan. - Jika seseorang menjulurkan tangan, mundurkan sedikit dan balas dengan gerakan tangan di hati dan ungkapan baik seperti "Wa alaikum as-salam" atau "Senang bertemu kamu." - Siapkan kalimat singkat jika ada yang berkomentar, seperti "Saya lebih suka menghindari jabat tangan - semoga kamu mengerti," katakan dengan ramah. - Gunakan humor ringan jika itu cocok dengan keluargamu untuk meredakan ketegangan, misalnya: "Saya sedang menjalani diet tanpa jabat tangan hari ini!" lalu senyum dan letakkan tangan di hati. Saya mencari cara praktis dan sederhana lainnya untuk navigasi ini yang tetap hangat dan tidak membuat kerabat merasa tersinggung. Tips apapun yang pernah dipakai dengan keluarga non-Muslim akan sangat dihargai.