Mobil otonom berkomunikasi di seluruh UEA - Assalamu alaikum, kemajuan yang menarik
Assalamu alaikum. Space42 di Abu Dhabi lagi membangun tulang punggung digital supaya kendaraan otonom bisa berjalan aman di seluruh Emirates. Mereka udah kerja bareng dengan e& UAE (yang sebelumnya Etisalat) buat uji coba dan deploy teknologi Vehicle-to-Everything (V2X), yang bikin mobil bisa berbagi informasi satu sama lain, dengan infrastruktur jalan, dan dengan orang-orang di sekitar.
Proyek ini menghubungkan platform mobilitas cloud Space42 untuk armada otonom dengan jaringan 5.5G cepat dan edge-computing dari e&, dan ini dirancang dengan memikirkan transportasi 6G yang bakal datang. Keduanya akan menjalankan pilot, bekerja sama dengan regulator, dan uji coba model bisnis untuk memfasilitasi transportasi terhubung dan tanpa pengemudi di UAE.
“Uji coba pilot akan mulai di Abu Dhabi dan zona mobilitas pintar lainnya di seluruh negara,” kata Hasan Al Hosani, kepala solusi pintar Space42. Dia menjelaskan mereka lagi menyelesaikan roadmap buat mengembangkan dan menguji shuttle otonom, robotaxi, dan kendaraan logistik. Uji coba ini akan dijalankan di Sovereign Mobility Cloud dan menggunakan kendaraan uji Space42, simulator dan pusat mobilitas untuk menunjukkan bagaimana V2X dan infrastruktur terhubung bisa bikin perjalanan lebih aman dan efisien.
Menghubungkan mobil tanpa pengemudi ke jaringan edge 5.5G berarti kendaraan bisa bertukar data hampir seketika, jadi mereka bisa bereaksi lebih cepat terhadap sinyal lalu lintas, pejalan kaki, dan bahaya di jalan. Ketika 6G tersedia, koneksi harusnya jadi lebih cepat dan lebih andal, membantu armada otonom beroperasi lancar di seluruh kota.
Space42 udah melakukan uji coba berskala besar dengan layanan robotaxi TXAI-nya, yang udah menempuh lebih dari 600.000 km dan mengangkut sekitar 20.000 penumpang sejak 2021 selama uji coba di Pulau Yas dan Saadiyat. Sistem V2X membantu kendaraan ‘melihat’ di luar sensor sendiri dengan berbagi data dengan infrastruktur sekitarnya dan pengguna jalan lain, meningkatkan kesadaran situasional, analisis lalu lintas, dan respons darurat.
Para ahli menekankan pentingnya infrastruktur digital lokal untuk mengurangi risiko siber. Misalnya, kalau mobil terhubung di Abu Dhabi berkomunikasi dengan node edge 5G terdekat ketimbang server yang jauh, keputusan keamanan kritis seperti penghindaran tabrakan bisa terjadi dengan instan dan aman.
Space42 lagi kerja sama dengan Integrated Transport Centre, Departemen Munisipalitas dan Transportasi, serta Polisi Abu Dhabi buat regulasi uji keamanan kendaraan, melindungi data, dan membangun kepercayaan publik. Mereka juga menggunakan Abu Dhabi Digital Twin - model 3D waktu nyata dari kota - buat mensimulasikan bagaimana armada otonom berperilaku dalam berbagai kondisi sebelum menerapkan perubahan di jalan nyata.
Secara keseluruhan, pendekatan bertahap ini bertujuan untuk membawa mobilitas yang lebih aman dan terhubung ke UAE sambil tetap menjaga keamanan dan regulasi di depan dan di tengah. Semoga Allah membuat teknologi ini bermanfaat dan menjaga keselamatan para pelancong.
https://www.thenationalnews.co