Assalamualaikum - Saya butuh saran tentang menikah dengan seorang mualaf, tolong :)
Assalamualaikum semuanya, Semoga kalian semua baik-baik saja. Aku bertemu seseorang beberapa waktu yang lalu dan hubungan kami mulai serius. Aku gak punya orang sekitar yang punya pengalaman menikahi seseorang yang murtad atau dari budaya yang berbeda, dan aku sebenarnya melakukan keduanya, jadi aku mau minta saran kalian, ya. Aku gak suka ngasih label dia cuma sebagai “murtad” atau “orang asing”; aku melihatnya sebagai orang yang tepat buatku. Meski begitu, bagian-bagian dari ceritanya itu penting dan aku ingin menghormatinya. Dari segi budaya, aku merasa cukup sejalan dengan budayanya - aku udah tinggal di negaranya selama bertahun-tahun - jadi bagian itu gak masalah. Dari segi murtad, dia belajar tentang agama selama kurang lebih dua tahun, masuk Islam (ngambil Shahadah) dan udah berpraktik sekitar enam bulan total; kami udah saling kenal selama empat bulan dari waktu itu. Di tempat kami tinggal, komunitas Muslimnya gak terlalu kuat, jadi dia biasanya belajar dari ceramah online dan pergi ke masjid kecil setempat untuk berdoa. Alhamdulillah, kami berdua Muslim, dan aku mengapresiasi dia karena aktif mencari dan menemukan Islam. Kami udah berbicara tentang saling mendukung pertumbuhan masing-masing dan kami berkomunikasi dengan baik, tapi aku bener-bener menghargai saran praktis tentang hal-hal sehari-hari supaya aku gak secara gak sengaja salah dalam ini. Misalnya: - Tindakan atau kata-kata apa yang mungkin bisa memicu atau dianggap tidak sensitif bagi murtad baru? - Hal-hal sederhana apa yang paling dihargai saat membantu seseorang memperkuat iman mereka? - Gimana cara kalian seimbang antara mendorong praktik tanpa bikin orang merasa terbebani atau dihakimi? Kalau ada tips, pengalaman pribadi, atau hal-hal kecil yang harus dilakukan atau dihindari akan sangat berarti. Tolong doakan kami - Jazakum Allah khayr.