Assalamu alaykum - Aku nggak bisa memaksa diriku untuk melakukan apapun meskipun aku pengen.
Assalamu alaykum, orang asing. Aku (22F) merasa benar-benar bingung dan gak tahu harus mulai dari mana buat memperbaiki semuanya. Hari-hariku biasanya kayak gini: - Bangun dengan ngantuk sekitar jam 11 siang sampai 2 siang - Mandi - Usaha untuk mendorong diri melakukan sesuatu (perawatan diri, pekerjaan rumah, atau hobi) pakai berbagai trik - jadwal, jurnal bulleted, pelacak kebiasaan, timer/pomodoro, membagi tugas, memvisualisasikan selesai melakukan hal-hal, dan lain-lain - Sarapan (biasanya nasi dan telur atau protein shake) - Merokok ganja dan nongkrong sama teman-teman - Nonton ulang acara yang udah aku lihat atau tidur siang sampai aku merasa pengen bergaul dengan orang (masih berusaha memotivasi diri) - Tidur sekitar jam 12 malam sampai 4 pagi (jadi aku tetep dapat tidur yang cukup lama) Aku udah berjuang untuk mempertahankan pekerjaan tahun ini karena aku datang kerja sambil nangis dan gak bisa berhenti, sampai-sampai aku gak bisa menjalankan tugas. Aku merasa banyak tekanan finansial karena itu. Aku akan mulai pekerjaan baru dan aku sangat takut itu akan terjadi lagi - gak ada yang terasa berbeda. Aku punya daftar panjang tujuan yang pengen aku capai, dengan kebiasaan dan langkah-langkah yang udah ditulis, tapi aku gak pernah ngelaksanainnya. Aku pengen belajar bahasa Spanyol, pergi ke gym di pagi hari (dulu aku suka lari dan cuma ngelakuinnya pas bangun), jalan-jalan sama anjingku dan menikmati udara luar, dan aku kangen motivasi untuk masak dan coba masakan baru. Aku udah berusaha berhenti merokok ganja lebih dari setahun dan itu sangat sulit. Aku udah dapat banyak bantuan profesional - bertahun-tahun terapi dan banyak percobaan obat. Itu membantu di awal, tapi belakangan ini aku merasa kayaknya gak ada lagi yang bisa dibilang dalam terapi atau terapisnya gak tahu harus respon gimana. Obat-obatan kadang menyakitkan atau gak membantu. Dokter bertengkar apakah ini ADHD, depresi, kecemasan, PTSD, atau OCPD, jadi aku gak yakin siapa pun benar-benar tahu apa yang sedang terjadi lebih dari aku. Tes darahku belakangan ini normal. Aku akan terima apa pun: kata-kata baik, nasihat praktis, dorongan untuk bergerak, atau bahkan seseorang yang bilang aku harus bangkit dari semua ini. Aku sangat menghargai doa, dorongan, dan tips dari orang lain yang sudah melalui perjuangan serupa - terutama dari saudari-saudari yang bisa menyeimbangkan iman, kerja, dan kesehatan mental. JazākAllāh khayr.