Assalamu Alaikum - Di mana saya harus menaruh semua kemarahan ini?
Assalamu alaikum. Kadang rasanya hidupku udah ditentukan sebelum aku bahkan punya suara untuk memilih. Jadi perempuan Muslim di negara yang lebih miskin sering kali bikin aku merasa kayak menjalani hukuman yang penuh kesulitan. Satu-satunya hal yang aku rasa bisa aku kontrol adalah pendidikan, dan aku kerja keras dan berhasil. Sekarang rasanya kayak gak ada yang lebih dari itu. Orangtuaku mematuhi aturan agama dan budaya tentang anak perempuan yang gak boleh bepergian sendirian. Aku udah kehilangan banyak kesempatan untuk karier dan perkembangan pribadi. Teman-temanku udah pindah ke luar negeri, menikah, jalan-jalan, membangun kehidupan - dan aku terjebak selama bertahun-tahun, hampir gak pernah keluar karena infrastruktur lokal dan komunitas yang sangat membatasi. Orang-orang menyarankan menikah sebagai jalan keluar, tapi aku belum ketemu pria yang gak pengen anak atau yang menerima perasaanku tentang gak ingin memiliki anak. Bahkan di hari-hari baik, aku gak bisa mengerti kenapa orang mau punya anak padahal hidup ini jelas-jelas adalah ujian dan penuh kesulitan. Aku gak bisa pindah sendiri karena itu dipandang negatif dan itu bakal bikin hidup adik perempuanku lebih sulit yang ingin menikah dengan dukungan keluarga. Aku merasa marah terhadap keadaan, orangtuaku, dan dunia. Ini memengaruhi ibadahku - aku gak bisa konsentrasi saat berdoa karena sendirian dengan pikiranku bikin aku terpuruk dan merasa kayak kepalaku mau meledak. Aku jarang membuat doa spesifik karena aku gak yakin apa yang terbaik untukku, dan aku gak mau berharap tinggi karena gak semua doa dikabulkan dan semuanya adalah ujian. Kadang aku bahkan berpikir satu-satunya cara untuk menghindari hukuman abadi adalah dengan tidak pernah dilahirkan. Ada yang punya saran tentang di mana harus menyalurkan kemarahan ini, bagaimana menemukan kedamaian dan tujuan dalam iman kita, atau langkah praktis untuk perlahan mendapatkan lebih banyak kemandirian sambil menghormati keluarga dan komunitas? JazakAllah khair.