Assalamu alaikum - Berjuang antara impian saya di bidang kedokteran dan iman saya.
Assalamu alaikum semua, saya butuh saran yang tulus dan doa - mohon maaf kalau ada kesalahan dalam menjelaskan ini. Saya di kelas 11 dan berusaha menyelesaikan sekolah. Untuk bisa bertahan di sini, saya berhenti pakai hijab dan membuat identitas Kristen palsu supaya saya nggak terlalu mencolok di sekolah Katolik tempat saya belajar. Saya udah nyadar kalau penilaian sepertinya sangat subjektif - guru-guru tampak lebih menyukai beberapa siswa dan tidak adil kepada yang lain - jadi nilai terasa lebih terkait dengan bagaimana saya bisa fitting in daripada performa sebenarnya. Makanya saya pikir blending in itu perlu agar nilai saya tetap bagus. Tapi berpura-pura dan menyembunyikan iman saya bikin saya hancur di dalam. Iman saya terasa lemah, dan saya terus-terusan cemas dan malu. Anak-anak laki-laki di kelas melihat saya dan saya khawatir tentang apa yang saya lakukan yang membuat Allah tidak senang. Pikirkan bahwa saya melanggar perintah Allah dan ketakutan akan konsekuensinya sudah terasa berat, apalagi dua bulan terakhir ini. Saya bisa merasakan itu menjauhkan saya dari Allah dan saya nggak tahu berapa lama lagi saya bisa hidup begini tanpa merasa hancur. Nilai saya penting karena saya benar-benar, sangat ingin menjadi dokter - ini bukan pilihan sepele, ini mimpi saya. Di negara kita, sekolah kedokteran membutuhkan nilai yang sangat baik, dan saya takut kalau keluar sekarang akan merusak jalur itu. Di sisi lain, saya nggak bisa terus mengorbankan iman saya. Saya berpikir untuk keluar dari sekolah ini, mengambil waktu untuk membangun kembali hubungan saya dengan Allah (Rajab sudah tiba dan terasa seperti kesempatan untuk kembali), dan mencari jalur lain menuju tujuan saya. Saya berencana untuk melakukan istikhara, tapi saya juga pengen pendapat atau ide praktis lainnya. Apa ada yang pernah menghadapi hal serupa - menyeimbangkan jalur menuju mimpi yang menuntut dengan kebutuhan untuk memegang teguh deen? Ada nggak cara untuk mempertahankan nilai dengan jujur sambil juga menjaga iman saya di lingkungan ini? Jika saya benar-benar keluar, alternatif apa yang mungkin masih bisa menjaga mimpi kedokteran saya ke depannya? Tolong doakan saya dan mintakan Allah untuk memaafkan saya dan membimbing saya ke yang terbaik. JazakAllahu khairan atas saran atau dukungannya.