Assalamu alaikum - Pertanyaan tentang iman dan ego
Assalamu alaikum, aku udah banyak mikir-mikir dan punya beberapa pertanyaan, jadi aku bakal coba bikin ini singkat (tapi akhirnya jadi lebih panjang dari yang aku kira, maaf ya). Sedikit latar belakang: aku tinggal di Belanda dan aku punya keturunan campuran, jadi orangtuaku bahkan rencananya mau tes DNA - gak sabar lol. Dari yang kita tahu, ayahku orang Suriname dan ibuku orang Yahudi Belanda (Ashkenazi dan Sephardic). Keduanya baru-baru ini memeluk Islam dan setelah melewati beberapa pergulatan batin, aku mulai merasa kalau Islam mungkin juga tepat untukku. Ibuku bilang sesuatu hari ini yang terus ada di pikiranku: dia bilang aku dit touch by light pas lahir dan minta aku untuk tanya lebih banyak. Saat dia melahirkan, jantungnya berhenti dan mereka harus melakukan C-section darurat. Dia bilang dia lihat cahaya putih terang dan merasa siap untuk bergerak ke arah itu. Dia merasa damai sampai suara bilang dia belum bisa pergi - bahwa dia punya seorang anak laki-laki yang akan membutuhkannya. Dia merasa didorong kembali dan kembali. Di saat yang sama, dokter sedang mengerjakan aku; aku lahir tanpa menangis, tanpa nadi, dan mereka harus merestart jantungku. Dengan apa yang dia sebut sebagai keajaiban, aku juga kembali. Aku sangat kecil, lahir terlalu dini, dan dokter memperkirakan aku harus tinggal di rumah sakit selama berminggu-minggu di inkubator. Malam itu ibuku berdoa berjam-jam supaya bisa membawaku pulang. Keesokan harinya, dokter bilang dia aku sudah cukup sembuh untuk dipulangkan - lagi-lagi, sesuatu yang dia anggap sebagai keajaiban. Semakin aku mikir tentang ini, semakin aku merasa terjebak. Jika Allah menunjukkan tanda-tanda seperti itu kepada orang lain, mereka mungkin tidak akan pernah meragukan Al-Quran, tapi aku masih meragukan agama. Aku bisa lihat egoku menghalangiku untuk sepenuhnya menerima Islam, dan ego yang sama juga menahanku dalam hidup. Gimana caranya aku bisa mengatasi ego ini? Saran atau pengalaman pribadi apapun bakal sangat berarti. JazakAllahu khair.