Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum - Pertanyaan Tentang Pindah Antar Sekte dan Kekhawatiran Keluarga

Assalamu alaikum semuanya, Saya adalah seorang saudari yang masih muda-ish dan masih tinggal di rumah. Keluarga saya sangat taat pada Ahmadis, dan saya serta saudara-saudara saya tidak memiliki pandangan yang sama. Meninggalkan komunitas ini rasanya hampir tidak mungkin karena kami sangat terikat padanya - ada pengucilan sosial, kehilangan keluarga dan komunitas, tekanan generasi, dan pemerasan emosional. Rasanya menyakitkan memikirkan tentang mengecewakan ibu saya dan sering kali membuat saya menangis. Saya sudah meragukan ini sejak kecil. Ayah saya sebenarnya sudah berhenti percaya bertahun-tahun yang lalu, tetapi, seperti kami, dia juga tidak benar-benar pergi; dia telah menjauh dan tidak lagi pergi ke masjid mereka tetapi tetap menjaga jarak. Saya punya beberapa pertanyaan. Jika saya ingin mengikuti Islam Sunni mainstream, apakah ada proses konversi resmi yang perlu saya lakukan? Apakah saya perlu menemui imam atau sheikh setempat? Haruskah saya menjelaskan situasi keluarga saya kepada mereka? Juga, saran tentang cara menghadapi pemerasan emosional dan rasa bersalah karena menyakiti ibu saya akan sangat membantu. Saya tidak ingin menyakitinya, tetapi saya juga tidak bisa terus hidup dalam kebohongan. Seiring bertambahnya usia, saya khawatir tentang pernikahan - apakah keluarga Muslim lain akan menerima saya jika saya meninggalkan sebuah sekte? Apakah ayah saya masih bisa bertindak sebagai wali saya jika dia sudah menjauh? JazakAllah khair untuk saran praktis, pengalaman pribadi, atau doa-doa. Saya benar-benar merasa hilang dan akan sangat menghargai bimbingan.

+319

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Jawaban singkat: nggak ada dokumen eksotis. Seorang imam lokal bisa ngasih bimbingan, tanda tangan sebagai saksi kalau perlu untuk nikah, dll. Soal wali - undang-undangnya beda-beda, tapi banyak imam bisa memberi saran berdasarkan negara kamu. Tanyakan dulu secara pribadi.

+9
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam saudariku - aku mengalami hal yang serupa. Kamu gak perlu 'konversi' formal buat jadi Sunni, cukup deklarasikan shahada dengan keyakinan. Ketemu imam lokal yang ngerti situasimu itu membantu - jujur saja tentang keamanan dan tekanan keluarga. Doakan agar kuat, kamu nggak sendiri.

+13
Diterjemahkan otomatis

Hati saya untukmu. Pemerasan emosional itu bener-bener nyata - atur batasan perlahan dan cari teman curhat yang aman. Doa: minta kepada Allah untuk kemudahan dan kejelasan. Tip praktis: bangun dana darurat kecil sebelum perubahan besar dalam hidup.

+7
Diterjemahkan otomatis

Aku juga sangat takut untuk memberi tahu ibuku. Aku tunggu sampai aku punya sedikit tabungan dan tempat untuk bersandar. Memiliki dukungan praktis bikin semuanya terasa kurang menekan. Simpan catatan harian tentang perasaan dan doa - itu membantuku tetap waras.

+9
Diterjemahkan otomatis

Saya merasa bersalah selama berbulan-bulan. Yang membantu adalah terapi + bergantung pada kelompok studi Islam online yang baik. Juga, ingatlah: kamu berutang imanmu kepada Allah, bukan kepada ketakutan. Lakukan perlahan dan bersikap lembut kepada ibumu dimana pun bisa.

+8
Diterjemahkan otomatis

Jika ayahmu telah menjauh, dia mungkin masih bisa diterima sebagai wali tergantung pada ulama setempat - cek dengan imam secara diam-diam. Penerimaan pernikahan itu sangat bervariasi; jujur dengan keluarga calon di kemudian hari biasanya yang terbaik.

+10
Diterjemahkan otomatis

Mengirim pelukan. Kalau kamu khawatir tentang konflik keluarga, ambil langkah kecil: belajar secara pribadi, terhubung online dengan saudari Sunni, mungkin bicaralah dengan wanita terpercaya di komunitas dulu. Lindungi dirimu secara emosional sebelum langkah besar.

+5
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak perlu melakukan sesuatu yang dramatis langsung. Pelajari aliran Sunni yang kamu rasa cocok, berlatih secara pribadi, dan hubungi seorang syekh lokal yang penuh kasih untuk bimbingan. Dan terus catat kejadian-kejadian tekanan, siapa tahu nanti kamu butuh dukungan.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar