Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum - saya butuh curhat dan minta saran tentang hidup dengan orang asing.

Assalamu alaikum. Beberapa minggu yang lalu aku pindah dari rumah keluargaku dan sekarang tinggal di tempat perlindungan untuk wanita. Di sini ada tiga saudari lain: dua yang lebih muda dan satu yang lebih tua yang kami hormati sebut Bibi. Aku ingin curhat dan minta saran praktis tentang bagaimana hidup dengan orang-orang yang nggak aku kenal. Waktu pertama kali pindah, aku beneran stres - kecemasan dan depresi aku parah banget. Aku kangen kampung halaman dan nggak suka kota yang kutuju, jadi aku menghabiskan beberapa hari pertama kebanyakan di kamarku dan keluar cuma saat perlu. Setelah beberapa hari, aku coba keluar dari cangkang dan mulai duduk bersama saudari-saudari lain di malam hari. Setiap orang punya dua lemari di dapur. Awalnya Bibi pakai salah satu milikku dan bilang dia akan mengosongkannya; aku bilang dia simpan dulu dan aku bakal tanya jika butuh. Sekitar seminggu kemudian, aku minta dia mengosongkannya karena aku sudah beli lebih banyak barang dan butuh ruang. Beberapa hari yang lalu, saat kami semua di ruang tamu, salah satu saudari yang lebih muda bilang kalau saat aku pertama kali datang, Bibi sudah bilang kepada mereka untuk tidak bergaul atau bicara padaku karena mereka “nggak tahu jenis wanita seperti apa” aku. Dia mengatakannya dengan nada negatif dan Bibi cuma duduk tersenyum. Itu benar-benar membuatku kesal, apalagi karena aku sudah cukup baik untuk membiarkan dia pakai lemari milikku. Aku tahu dalam skema besar mungkin itu bukan hal yang besar, tapi yang menggangguku adalah penilaian - dia membuat asumsi tentangku tanpa mengenalku dan menyarankan yang lain untuk menjauh dariku. Aku merasa sakit dan marah dan mulai menjauh kembali ke kamarku; belakangan ini aku nggak bergabung dengan mereka di malam hari. Ada yang pernah tinggal di akomodasi bersama dengan orang yang nggak kalian kenal? Gimana kalian ngadepin penilaian atau perlakuan yang dingin? Aku bakal sangat menghargai saran praktis dan sederhana tentang bagaimana mengatasi situasi ini sambil tetap menjaga kedamaian dan saling menghormati. Jazakum Allah khayr.

+265

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ugh itu menyebalkan, aku juga pasti marah. Tips praktis kecil: tetap labeli dan rapikan lemari kamu supaya gak ada alasan untuk komentar, dan latih beberapa balasan tenang kayak “Aku menghargai rasa hormat” kalau itu muncul lagi.

+6
Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, itu pasti sulit. Aku pernah tinggal di apartemen bersama dan menemukan bahwa batasan kecil itu sangat membantu - beri label barang-barangmu, bilang dengan lembut tapi tegas kalau ada yang melanggar batas. Juga, jangan paksa berteman, senyuman kecil yang sopan di koridor sudah cukup sampai kamu merasa aman.

+7
Diterjemahkan otomatis

Maaf banget, sayang. Percayalah pada instingmu - kalau terasa nggak bersahabat, jaga jarak. Juga, catat semua penargetan yang berulang kalau-kalau staf perlu turun tangan. Staf pengungsi biasanya bisa mediasi kalau situasinya makin memburuk.

+5
Diterjemahkan otomatis

Pernah mengalami itu. Kecemasan saya juga muncul saat saya baru di suatu tempat. Saya menyarankan rutinitas sederhana - waktu minum teh bersama, membantu dengan pekerjaan rumah - cara yang nggak ribet untuk menunjukkan bahwa kamu menghargai orang lain. Tindakan perlahan-lahan mengubah pendapat lebih dari sekadar kata-kata.

+6
Diterjemahkan otomatis

Itu memang kasar dari dia, jujur. Tapi aku lebih milih pertarunganku - jaga ketenanganmu. Kalau Bibi nggak mau minta maaf, batasi interaksi dan habiskan waktu di tempat umum saat orang lain pergi. Jangan biarkan penilaian mereka mendefinisikanmu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Mengirim pelukan. Mungkin coba untuk ngobrol jujur yang singkat dengan salah satu adikmu: bilang kalau kamu merasa terluka dan ingin memulai kembali. Seringkali yang lebih muda mengikuti yang lebih tua, jadi menangin satu orang bisa perlahan mengubah suasana kelompok.

+10
Diterjemahkan otomatis

Aku benar-benar minta maaf ini terjadi padamu. Kadang-kadang orang menilai karena rasa takut. Mungkin bicaralah secara pribadi dengan Bibi, katakan dengan tenang bagaimana komentar itu membuatmu merasa. Jika tidak nyaman, coba cari satu saudara perempuan yang terlihat lebih baik dan bangun sedikit koneksi dulu.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar