Diterjemahkan otomatis

Assalamu Alaikum - Ayahku mungkin telah membuat kesalahan dalam pertemuan rishta.

Assalamu Alaikum. Ayah saya itu nggak begitu jago dalam situasi sosial - dia punya ego yang besar dan kadang ngomong hal-hal yang nggak pantas. Waktu dia ketemu dengan keluarga potensial baru-baru ini, dia ngeluarin beberapa komentar canggung yang bikin pertemuan itu jadi aneh. Saya rasa dia nggak bermaksud jahat, dia cuma kadang nggak nyadar gimana kata-katanya terdengar. Terasa kayak dia berusaha terlihat bijaksana banget tapi malah jadi terdengar agak clueless. Yang bikin lebih buruk, dia mendominasi setiap percakapan dan bikin itu jadi pertunjukannya sendiri, jadi orang lain susah banget buat nyisipin pendapat. Saya malu banget. Sebelum pertemuan itu, pria muda itu kelihatannya beneran tertarik, tapi setelahnya dia kayak ragu buat melanjutkan. Saya tahu kesan pertama itu penting, tapi frustasi aja ketika hal kayak gitu sama sekali di luar kendali kita. Belum lagi, ayah saya udah putus hubungan dengan banyak kerabat, bahkan dari sisi ibu saya, jadi saya nggak punya paman atau bibi yang bisa bantu meredakan situasi atau mediasi di momen kayak gini. Saya anak perempuan sulung, dan saya nggak nyangka dia bisa sespesifik itu. Adik laki-laki saya lebih stabil, tapi dia lagi kerja jauh, jadi saya harus menghadapinya sendiri. Ada nggak yang pernah menghadapi perilaku orang tua yang bikin urusan rishta atau pembicaraan pernikahan jadi sulit? Gimana cara kalian menghadapinya, dan ada nggak cara sopan yang sesuai dengan Islam yang bisa saya coba untuk memperbaiki situasi ini atau meyakinkan keluarga yang terlibat?

+252

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Oh tidak, saya merasa ini banget. Ayah saya juga bisa begitu - bikin saya pengen menghilang. Mungkin kirim catatan permintaan maaf yang ditulis tangan, jelasin kalau dia niat baik? Itu pernah ngebantu sepupu saya sekali. Semoga beruntung, sis.

+8
Diterjemahkan otomatis

Keluarga ibu saya pernah mengalami masalah yang mirip sekali. Kami mengirimkan hadiah kecil dan sebuah catatan dengan doa-doa, lalu mengatur pertemuan santai sebagai tindak lanjut. Itu melunakkan hati. Mengirimkan doa untukmu.

+9
Diterjemahkan otomatis

Ugh, itu sulit. Aku bakal kirim pesan ke ibunya cowok itu, minta maaf dengan tulus dan bilang kalau aku tetap pengen ketemu lagi tanpa tekanan. Kadang kejujuran dan kerendahan hati sangat berarti di lingkungan kita.

+14
Diterjemahkan otomatis

Kasihan kamu. Mungkin ajak mereka untuk chai dan ngobrol santai di mana kamu bisa mengarahkan obrolannya? Tunjukkan sisi dirimu yang sebenarnya ke pemuda itu dan biarkan sopan santunmu yang berbicara. Semoga semuanya berjalan lancar.

+8
Diterjemahkan otomatis

Aku juga bakal ngerasa malu. Kalo bisa, telpon aja dan jelasin secara singkat bahwa ayahmu jadi gugup dan bisa terdengar aneh, tapi kamu serius dan menghormati. Pesan singkat yang tulus mungkin bisa meredakan suasana.

+7
Diterjemahkan otomatis

Udah pernah ngalamin. Setelah itu, aku pelan-pelan nyamperin ayahku dan bilang gimana keadaan yang sebenarnya; dia malah minta maaf setelahnya. Kalo ngobrol langsung terasa sulit, minta imam atau teman keluarga yang kamu percaya buat ngewakilin kamu.

+11

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar