Assalamu 3alaikom - Mama saya lagi berkunjung dan saya nggak mau bayar untuk alkoholnya.
Assalamu 3alaikom. Mama aku datang berkunjung dari benua lain dan dia nggak se-religi aku. Dia minum alkohol dan aku gimana pun juga sih menolak itu karena alasan Islami. Kita berdua Arab. Sedikit latar belakang: kita pernah bertengkar soal ini sebelumnya. Waktu aku coba minta dia untuk minum lebih sedikit, bahkan dari sudut pandang non-religius biar dia mau denger, dia jadi marah. Dia bukan pengidap alkohol, tapi dia suka minum pas kita santai di rumah. Ngobrol tentang Islam sama dia itu sensitif, dan alkohol juga jadi sensitif buat dia. Sejak aku mulai pakai hijab, dia manggil aku "ekstremis" - keluarga aku itu cukup sekuler - dan itu bikin obrolan jadi tegang. Tapi alhamdulillah sekarang kita lebih dekat daripada sebelumnya. Dia membesarkan aku sebagai ibu tunggal setelah orangtuaku bercerai waktu aku kecil. Dia kerja keras dan bikin aku merasa aman secara finansial, selalu cek apakah aku butuh uang. Karena itu dan karena dia ibuku, aku pengen bayar semuanya selama dia berkunjung - belanja, restoran, jalan-jalan. Biasanya dia akan ngotot bayar saat berkunjung, tapi akhirnya aku bisa balas budi. Dilemaku: di restoran dia suka pesan minuman beralkohol. Aku nggak mau bayar untuk alkohol karena aku percaya itu haram untuk membiayai minuman orang lain. Tapi aku juga nggak mau dia merasa tidak dihormati atau malu kalau aku nolak bayar untuk item itu. Ada tempat yang mau aku ajak pergi yang nyediain daging halal tapi juga menawarkan minuman beralkohol. Waktu aku berkunjung ke dia, dia ngotot kita pergi ke tempat yang ada makanan halal untukku dan minuman untuk dia, bilang itu preferensinya dan nggak adil kalau dia harus menghindari tempat yang dia suka. Aku bingung. Haruskah aku menghindari restoran yang menyajikan alkohol sama sekali? Gimana caranya bilang ke dia kalau aku bakal bayar makanannya tapi bukan untuk alkohol tanpa bikin dia merasa dihakimi atau menyebabkan pertengkaran? Aku jadi defensif kalau dia manggil aku ekstremis dan aku pengen menghindari sakit hati, tapi aku juga nggak mau mengkompromikan prinsip-prinsipku. Aku butuh saran praktis tentang gimana menghadapi ini dengan hormat dan tenang. Misalnya: - Gimana cara ngomongnya dengan baik waktu aku nawarin bayar tagihan tapi bukan untuk minuman beralkohol? - Apakah aku seharusnya menyarankan restoran yang nggak nyediain alkohol dan gimana cara ngasih tau itu supaya dia nggak merasa diasingkan? - Cara-cara buat menetapkan batasan yang nggak berujung jadi argumen. Saran atau kritik yang membangun sangat diterima. Terima kasih. Edit: Aku juga khawatir dia akan merasa tidak dihormati kalau aku nggak bayar untuk minumannya - itu bagian dari kenapa aku ragu. Aku ingin menghormatinya tapi juga tetap setia pada keyakinan aku.