Diterjemahkan otomatis

Meminta Maaf Setelah Terjatuh dalam Dosa - Merasa Hancur

Wa Alaikum As-Salam. Saya seorang pria di akhir 20-an. Hari ini saya bertemu seseorang dan terjerumus ke dalam dosa yang sudah saya janjikan pada diri sendiri untuk tidak kembali. Itu bikin saya berat sepanjang hari. Saya punya masa lalu dengan banyak dosa, tapi sekitar satu setengah tahun lalu saya bekerja pada iman saya dan merasa jauh lebih bangga dan bahagia. Saya bahkan melakukan Umrah beberapa bulan yang lalu, dan sekarang saya merasa seperti saya membayar itu dengan kesalahan ini. Hari ini saya jatuh lagi ke dalam dosa itu, terutama karena saya sudah merasakan iman saya melemah dalam beberapa minggu terakhir. Saya merasa down melihat orang-orang yang saya kenal, beberapa lebih muda dan sudah menikah, dan merasa rendah dalam iman. Saya marah pada diri sendiri dan merasa jijik - seperti saya tidak pantas mendapatkan kebaikan dalam hidup ini. Saya sudah shalat dua rak‘ah meminta pengampunan, mengucapkan doa untuk tawbah, dan sudah mengatakan Astaghfirullah sepanjang hari, tapi saya masih merasa kosong, seperti jiwa saya sudah pergi. Saya terus berpikir saya tidak layak mendapatkan kebaikan, dan mungkin itu sebabnya saya masih belum menikah - seperti saya tidak pantas mendapatkan kebahagiaan atau pasangan. Saya hanya ingin berbagi dan minta nasihat atau pengingat. Doa, kata-kata penyemangat, atau tips praktis untuk membangun kembali iman saya dan melanjutkan hidup akan sangat berarti. Tolong doakan saya.

+294

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Bro, berhenti menghukum diri sendiri. Penyesalan itu baik, tapi pakai buat membangun kembali. Tetapkan batasan yang praktis, hapus aplikasi atau kontak yang menggoda kamu, dan isi waktu dengan aktivitas yang berguna. Satu kesalahan bukanlah akhir.

+13
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue pernah di posisi yang sama. Jangan biarkan satu kesalahan mendefinisikan kamu. Umrah itu dihitung, niat tobat yang tulus juga dihitung. Kembali lagi ke ibadah kecil harian dan bergaul dengan orang-orang yang baik. Gue kirim doa supaya kamu tetap tegar.

+13
Diterjemahkan otomatis

Jangan samakan dosa dengan nilai dirimu. Pernikahan akan datang ketika saatnya tiba. Fokuslah pada karakter dan konsistensi dalam beribadah. Langkah kecil setiap hari lebih berarti daripada lonjakan besar sesekali. Berdoa untukmu.

+3
Diterjemahkan otomatis

Saya juga pernah merasakan beban itu. Teruslah berdoa dan berdzikir, dan mungkin berpuasa beberapa hari - itu membantu mengendalikan keinginan dan mengalihkan fokus hati. Jangan menyerah pada harapan, saudaraku.

+12
Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, kita semua jatuh. Bagus kamu balik lagi dengan cepat - itu tanda Allah tidak meninggalkanmu. Teruslah bertobat dengan tulus, terus jaga sholatmu, dan coba hindari pemicu-pemicu. Kamu akan sembuh, insha’Allah.

+16
Diterjemahkan otomatis

Pendek aja: jaga harapan. Allah mengampuni. Kembali ke yang dasar - doa, Quran, dan teman-teman baik. Kamu nggak sendirian, bro.

+6
Diterjemahkan otomatis

Jujur, perasaan itu wajar. Saya mau nambahin: cari kakak yang kamu percaya buat diajak ngobrol, seseorang yang bisa ngingetin kamu dan bikin kamu bertanggung jawab. Dan teruslah meminta pada Allah - Dia senang dengan hamba-Nya yang kembali kepada-Nya.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar