Diterjemahkan otomatis

Meminta doa dan saran tentang mulai mengenakan hijab.

Assalamu alaykum, aku lagi berusaha untuk memahami ini dan bisa menggunakan beberapa saran yang tulus dan doa. Alhamdulillah aku semakin dekat dengan agamaku dan berusaha mengikuti apa yang seharusnya dilakukan seorang Muslim, kecuali aku belum mulai memakai hijab. Aku berpakaian dengan sopan, tidak menunjukkan kulit atau memakai baju ketat, jadi rasanya langkah selanjutnya yang alami adalah mulai menutupi rambutku. Aku sangat mengagumi saudari-saudari yang memakai hijab dan kadang merasa sedikit iri ketika melihat mereka. Aku bagian dari asosiasi mahasiswa Muslim di sekolahku, tapi seringkali aku menghindari acara-acara karena khawatir orang akan menilai aku karena tidak memakai hijab. Aku terus bilang pada diriku sendiri bahwa jika Allah memerintahkannya maka aku harus melakukannya dan tidak terlalu dipikirkan, tapi ada beberapa hal yang terus menghambatku: 1) Aku sangat tidak percaya diri. Sejujurnya, aku belum pernah dipuji dalam hidupku, dan itu memengaruhi harga diri dan kesehatan mentalku setiap hari. Satu-satunya hal yang tidak membuatku merasa tidak percaya diri adalah rambutku, jadi menutupinya rasanya bakal menghilangkan sedikit kepercayaan diriku yang tersisa. 2) Tidak ada orang dekatku yang memakai hijab. Aku pikir mungkin melihat wanita lain yang aku kenal memakainya bisa memberiku keberanian, tapi tidak ada keluargaku atau temanku yang melakukannya. Aku sudah minta ibuku untuk memakainya dan bahkan menawarkan untuk mulai bersama, tapi dia hanya berkata "Semoga" dan bilang bahwa sudah terlambat baginya. 3) Dalam budaya Asia Selatan ku, biasanya perempuan tidak memakai hijab sepenuhnya. Orang-orang sering hanya menjatuhkan syal dengan longgar dan melepasnya di acara-acara. Aku juga melakukan hal yang sama saat mengunjungi negara asalku. Ide untuk menutupinya dengan baik di beberapa hari dan tidak di hari lainnya membuatku tidak nyaman, dan jujur saja, hijab yang penuh dan konsisten mungkin dianggap "ekstrem" oleh orang-orang di tempatku berasal. 4) Ayahku adalah Ismaili dan tidak setuju dengan hijab. Tiga alasan pertama adalah hal-hal yang berusaha aku perbaiki sendiri, tapi yang satu ini terasa di luar kendaliku. Dia sangat tidak setuju dengan hijab dan itu membuat sangat sulit bagiku untuk melakukannya secara terbuka. Aku berdoa setiap hari memohon kepada Allah untuk memberi aku kekuatan untuk mulai memakai hijab, tapi aku masih bangun dengan perasaan bingung. Aku lebih banyak curhat daripada apa pun, tapi jika ada yang punya saran praktis - bagaimana membangun kepercayaan diri, berbicara dengan keluarga, atau perlahan-lahan melakukan peralihan sambil menghormati situasiku - aku akan sangat berterima kasih. Tolong doakan aku ya.

+358

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, latihan di depan cermin dan coba-coba gaya sampai nemu yang bikin kamu ngerasa pas. Kalo ayah kamu ketat, tunggu sampe kamu bisa menjelaskan dengan tenang atau pilih waktu yang lebih aman. Jangan buru-buru, Allah melihat niat.

+5
Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaykum sista, aku mendoakanmu. Mulailah dari yang kecil - coba pakai scarf longgar di rumah biar terbiasa, terus pakai saat keluar untuk perjalanan singkat. Rasa percaya diri tumbuh seiring waktu, jujur saja. Doa untukmu, kamu pasti bisa ❤️

+3
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak perlu sempurna dalam semalam. Coba pakai hijab saat kamu merasa nyaman dan rayakan setiap kemenangan kecil. Kalau ibumu bilang “Aku berharap,” mungkin itu dukungan yang lembut - ingatkan dia dengan lembut kenapa ini penting buatmu. Dua untuk kemudahan ♥️

+14
Diterjemahkan otomatis

Saya tetap maju meskipun ada perlawanan dari keluarga. Saya menjelaskannya sebagai pilihan spiritual pribadi, bukan pemberontakan, dan tetap tenang. Butuh waktu tapi batasan itu membantu. Saya selalu mendoakanmu - hadapilah satu hari pada satu waktu.

+12
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak sendirian. Aku mulai mengenakan penutup di universitas perlahan-lahan - awalnya untuk ibadah, lalu ke kelas. Orang-orang memperhatikan, tapi itu jadi normal dengan cepat. Teruslah berdoa, dan bersikaplah lembut pada dirimu sendiri. Nilai dirimu nggak tergantung pada rambut.

+5
Diterjemahkan otomatis

Aku merasakan hal yang sama. Yang membantu aku adalah mengingat kenapa aku menginginkannya - tulis alasanmu dan bacalah ketika kamu merasa panik. Juga, cari satu saudari yang mendukung secara online untuk kamu ajak ngobrol. Kirim doa dan pelukan 🤍

+11
Diterjemahkan otomatis

Kalau pujian jarang buatmu, bikin afirmasimu sendiri: "Aku rendah hati dan berani." Ucapkan itu sebelum keluar. Juga, mungkin ajak saudara perempuan di MSA untuk ikut satu kali - dukungan moral itu sangat membantu.

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar