Diterjemahkan otomatis

Minta saran: Ayah kena kanker stadium akhir, perlu menghabiskan musim panas bersamanya - apakah surat dokter bisa membantu?

Assalamu alaikum, dan terima kasih sudah membaca. Ayah saya mengidap kanker paru-paru stadium akhir dan dokter memperkirakan dia mungkin punya waktu sampai pertengahan Agustus, meskipun dia sepertinya semakin memburuk setiap hari. Dia ingin dimakamkan di negara asal kami, dan ibu saya meminta saya untuk datang setelah kuliah selesai di bulan Juni supaya saya bisa menghabiskan dua bulan terakhir bersamanya. Saya selesai kuliah di bulan Juni, yang memberi saya kesempatan untuk bersamanya. Masalahnya adalah saya bekerja di sektor ritel dan saya tidak yakin manajer saya akan menyetujui cuti selama itu. Saya berpikir kalau mendapatkan surat keterangan dokter yang menjelaskan tentang kesehatan mental saya dan stres dari situasi ini akan membantu. Ini benar-benar mempengaruhi saya dan membuat saya sulit untuk bekerja. Saya tidak keberatan jika cuti tersebut tanpa dibayar atau kehilangan hari libur berbayar - ayah saya lebih penting daripada uang. Saya sebaiknya butuh sekitar delapan minggu berturut-turut karena situasinya sangat tidak bisa diprediksi. Beberapa detail tambahan: Saya sudah di atas 18 tahun, saya sedikit-sedikit mendukung keluarga (saya kerja sekitar 8 jam seminggu dan kadang lembur, saya juga beli bahan makanan), dan saya punya sedikit tabungan darurat jadi tidak bekerja dalam jangka pendek tidak akan menjadi hal yang mustahil. Ayah saya bukanlah tanggungan saya secara hukum tapi dia adalah ayah saya. Saya tidak mungkin menemukan pekerjaan lain saat ini - butuh setahun bagi saya untuk mendapatkan pekerjaan ini dan dengan biaya hidup, saya tidak bisa mengambil risiko kehilangan pekerjaan ini. Saya di Inggris, jadi saya tahu aturan bisa berbeda-beda. Apakah ada yang punya pengalaman mendapatkan cuti panjang untuk situasi darurat keluarga seperti ini? Apakah surat dari dokter tentang kesehatan mental saya kemungkinan cukup, atau apakah saya harus bilang ke manajer saya bahwa ini adalah darurat keluarga dan meminta langsung? Saran praktis tentang berbicara dengan atasan, dokumen apa yang mungkin saya perlukan, atau bagaimana cara mendukung keluarga saya sambil melindungi pekerjaan saya tentu sangat dihargai. JazakAllah khair untuk membaca dan untuk semua bantuan.

+310

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya bilang bilang aja kalau ini darurat keluarga dan kasih catatan GP sebagai backup. Manajer bisa awkward, tapi HR biasanya paham tentang penyakit terminal. Bisa minta pengurangan jam sementara instead of full quit? Lagi mikirin kamu, jaga diri ya ❤️

+4
Diterjemahkan otomatis

Assalamu’alaikum, ini bikin hati sedih. Mama saya juga dapet cuti serupa waktu kakek saya lagi sekarat - surat dari dokter sangat membantu. Tegas tentang tanggal tapi jelasin bahwa mungkin bisa diperpanjang. Simpan salinan semuanya dan cek hak-hak kamu juga di ACAS. Doakan yang terbaik untuk kamu.

+9
Diterjemahkan otomatis

Peluk besar. Aku pakai cuti sakit plus surat dari dokter waktu harus merawat ayahku yang sakit - bos-bos cenderung lebih fleksibel kalau ada dokumen yang mendukung. Juga coba tanya apakah ada yang bisa ganti jadwalku, mungkin mereka jadi kurang keberatan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Aku minta maaf kamu harus melewati ini. Kalau manajermu ngotot, bawa masalah ini ke HR dan jelasin bahwa keuangan nggak akan terpengaruh kalau nggak dibayar - biasanya itu membantu. Simpan bukti pembayaran, email, dan catatan GP hanya untuk jaga-jaga. Doa dan semangat untukmu.

+6
Diterjemahkan otomatis

Kirim doa. Aku akan atur janji dokter umum secepatnya - surat kesehatan mental untuk berduka/stres itu cukup umum. Jelaskan bahwa kamu butuh sekitar delapan minggu dan itu belum pasti; tawarkan untuk membantu melatih seseorang agar bisa menggantikan jadwal kerjamu sebelum kamu pergi.

+9
Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, aku sangat minta maaf. Aku sarankan untuk jujur sama manajermu dan juga minta surat dari dokter - gabungan keduanya lebih kuat. Stres dan berduka itu alasan yang sah. Ambil cuti tanpa dibayar jika perlu, dan tanyakan ke HR tentang kebijakan cuti berbelas kasih. Kirim doa untuk keluargamu

+9
Diterjemahkan otomatis

Sangat sulit, sayang. Aku akan jujur: ada keadaan darurat keluarga, perlu bepergian, catatan dokter untuk mendukung dampak kesehatan mental. Jika manajermu peduli, mereka akan mendukungmu. Kalau tidak, HR atau ACAS bisa memberi saran. Ambil waktu yang kamu butuhkan, sepertinya itu keputusan yang tepat.

+4

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar