As-salamu alaykum - Nenek saya membuat suasana di rumah tegang, ada saran?
As-salamu alaykum. Aku ngerasa canggung banget nulis ini, tapi aku lagi berjuang dan butuh bimbingan. Nenekku tinggal bersama kami dan rasanya seperti asing di rumah ini. Dia basically cuma duduk di ruang tamu hampir seharian dan menatap orang-orang yang lewat, yang bikin semua orang jadi nggak nyaman. Aku dan saudara-saudaraku udah berusaha ngobrol sama dia atau belajar tentang hidupnya, tapi dia cuma jawab singkat dan samar. Satu-satunya ikatan nyata yang dia punya dengan kami itu ya biologis - aku nggak pernah ngerasa dicintai atau bahwa dia memperhatikan perhatian yang aku berikan untuknya. Selain itu, dia terus-menerus bersaing untuk perhatian ayahku, terutama sama ibuku. Begitu ayah pulang kerja, dia udah di depan pintu, ngobrol terus dan nanya seribu pertanyaan. Selama makan malam dia suka ngeganggu percakapan yang panjang dan ganti topik total. Kalau kami mau nonton film atau main game bareng, seringkali kita harus ngikutin maunya dia. Rasanya umum banget bahwa dia selalu ada di situ dan ini bikin waktu keluarga jadi stres dan nggak menyenangkan. Aku ngerasa kasihan banget sama ibuku - kapan pun dia mau waktu sendiri sama suaminya, nenekku sepertinya pengen ambil alih dan mau menghabiskan setiap momen bersamanya. Sebagai seorang Muslim, aku benci ngerasa seperti mengeluh tentang orang yang lebih tua, karena kita harus menghormati dan merawat mereka. Aku juga tahu bahwa rasa hormat untuk hubungan suami-istri itu penting, dan biasanya ada pemisahan pengaruh antara seorang ibu dan seorang istri. Satu ide yang kami pertimbangkan adalah minta nenekku untuk kembali ke rumahnya di luar negeri, di mana dia mungkin bisa menjalani kehidupan yang lebih memuaskan di komunitas yang lebih sesuai untuknya. Tapi setiap kali kami angkat topik ini, dia cepat-cepat menolaknya dan ide itu nggak ke mana-mana. Perkawinan mereka lagi ngalamin masalah dan aku nggak bisa nikmatin waktu di rumah. Aku nggak mau kurang ajar sama nenekku, dan aku mau memenuhi tanggung jawabku, tapi aku juga nggak mau hubungan orang tuaku hancur. Apa yang bisa aku lakukan untuk membantu memperbaiki situasi ini sambil tetap menghormati nilai-nilai Islam?