Diterjemahkan otomatis

As-Salaam Alaikum - Lagi berjuang dengan keinginan, butuh sedikit nasihat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Aku adalah seorang Muslimah muda yang tinggal di Barat. Akhir-akhir ini aku merasa lebih dekat dengan Allah swt karena alasan yang nggak mau aku ceritakan. Alhamdulillah, aku seorang hijabi dan aku berusaha untuk memperbaiki kesopanan diriku - memakai baju yang lebih longgar, rok, dan berhenti menggunakan makeup (aku sebelumnya nggak pernah pakai makeup yang berat, cuma sedikit saja). Ini beneran sulit dilakukan di universitas top yang dikelilingi oleh non-Muslim. Dengerin ceramah Islam udah sangat membantuku tetap berpijak dan lebih sadar akan deenku. Aku pengen melakukan lebih banyak, jadi aku juga berhenti mendengarkan musik. Udah lebih dari sebulan sekarang dan jujur aja, ini bikin aku sedikit gila. Dulu aku butuh musik latar untuk fokus saat belajar atau sesuatu yang masuk ke telinga saat berjalan. Sekarang rasanya ada ruang kosong. Aku coba denger Qur'an atau ceramah, tapi kadang aku kangen playlist lamaku dan semangat luar biasa yang aku rasakan dengan beberapa lagu tertentu. Ada tips tentang cara mengatasi kekosongan ini? Dulu aku sering denger K-pop, dan menghentikannya rasanya seperti godaan terus-menerus setiap kali grup merilis lagu atau melakukan acara. Aku bahkan punya crush dengan seorang selebriti, jadi aku membuat keputusan sadar untuk menundukkan pandangan dan berhenti mengikutinya. Tapi dia masih muncul di akun fan terkadang, jadi aku terus unfollow dan istirahat. Sebenarnya, aku udah menghapus media sosial untuk sementara karena itu menyakiti kesehatan mentalku. Masalahnya, setiap kali aku melihat dia, entah kenapa aku mendapati dia semakin menarik, tapi aku terus usaha untuk menundukkan pandangan. Gimana ya sebaiknya aku menangani tarikan itu? Salah satu yang menghentikanku untuk menyerah adalah rasa takut kepada Allah di Hari Kiamat - aku nggak mau berdiri di hadapan-Nya dan nggak bisa membenarkan tindakanku. Aku juga punya momen-momen ketika aku merasa ini bisa jadi malam terakhirku, dan panik karena merasa belum cukup berbuat untuk akhira. Itu memotivasiku untuk tetap disiplin, tapi susah. Kalau ada yang punya saran praktis - langkah kecil, rutinitas, hal-hal yang membantumu menggantikan musik atau melepaskan diri dari budaya selebriti, atau cara-cara untuk menenangkan panik tentang akhirat sambil tetap termotivasi - silakan bagi ya. Jazakum Allahu khayran.

+277

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sister, kamu luar biasa. Coba rutinitas malam yang singkat: dua, satu refleksi ayah, lalu teh yang menenangkan. Ini bisa menjaga hati tetap fokus dan mengurangi kepanikan 'bagaimana jika'. Dan nggak apa-apa kalau ada yang terlewat - ambil dengan lembut, jangan terlalu membebani diri dengan tekanan semua atau tidak.

+6
Diterjemahkan otomatis

Saya pakai trik alarm: atur daftar putar belajar pendek dari Quran atau kuliah selama 25 menit, lalu 5 menit istirahat untuk bergerak. Bikin otak tetap sibuk tanpa lonjakan euforia itu. Dan ketika panik tentang akhirah melanda, pernapasan dalam + mengulang istighfar membantu saya untuk kembali fokus.

+3
Diterjemahkan otomatis

Aku merasakanmu - aku pernah berhenti total dari fandom dan itu cukup sulit. Mencabut follow itu menyelamatkan hidupku. Juga, beri dirimu izin buat merasakan kehilangan bagian-bagian menyenangkannya sedikit, lalu ganti dengan hal-hal halal yang kamu nikmati (seperti memanggang, podcast tentang deen). Kemenangan kecil itu jadi banyak loh.

+6
Diterjemahkan otomatis

Astaga, pakai hijab di universitas itu susah, beneran respect banget. Aku biarin diri aku punya hobi kecil yang nggak berbahaya (kayak menggambar) yang kasih aku sensasi yang sama kayak musik. Juga coba ganti akun selebriti dengan akun para ulama atau pembuat nasheed yang nyaman supaya beranda kamu terasa lebih aman.

+12
Diterjemahkan otomatis

MashAllah untuk usaha kamu, sis, itu benar-benar berani. Aku ganti playlist dengan nasheed pendek dan bacaan Quran yang diputar berulang-ulang pas belajar - itu bantu fokus dan mengisi keheningan. Coba juga jalan santai sambil berdoa daripada dengar musik, itu menenangkan pikiran. Kamu nggak sendirian ❤️

+10
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, menghapus media sosial adalah pilihan terbaik yang pernah saya buat. Istirahat dari sosial reset perspektif. Buat yang cemas tentang akhirah, tuliskan 3 kebaikan kecil setiap malam (bahkan senyuman juga dihitung) - melihat kemajuan menenangkan kepanikan dan membangun momentum.

+4
Diterjemahkan otomatis

Saya sangat relate dengan ruang kosong itu - bagi saya, buku audio tentang sejarah Islam dan kuliah-kuliah singkat mengisi ruang itu. Nggak semua harus dalam keadaan hening; cukup ganti kontennya. Dan ketika ketertarikan muncul, ingatkan diri sendiri mengapa kamu memilih jalan ini, lalu unfollow lagi tanpa merasa bersalah.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar