Apakah kita benar-benar hidup dengan kehendak bebas? Salaam, aku butuh sedikit panduan.
As-salamu alaykum. Tolong, kalau kamu lagi berada di tempat mental yang rapuh atau masih sangat muda, mungkin sebaiknya jangan lanjut untuk membaca. Aku lagi berjuang dan cuma nulis ini. Dua tahun yang lalu ada seseorang yang menyakitiku dalam-dalam dan itu membuka banyak masalah - aku akhirnya pergi ke terapi dan sejak saat itu aku belum bisa melepaskan semuanya. Psikiatrisku bilang kita nggak sepenuhnya mengendalikan pikiran kita, cuma tindakan kita yang bisa kita kontrol, dan emosi juga nggak sepenuhnya berada di bawah kontrol kita. Tapi pikiran dan perasaan mempengaruhi apa yang kita lakukan. Apa yang terjadi kalau sebuah perasaan jadi begitu kuat sampai kita harus bertindak cuma untuk menghentikannya? Kadang bikin aku bertanya-tanya apakah kita cuma sekumpulan bahan kimia. Kalau itu benar, apakah obat-obatan di masa depan bisa bikin orang bahagia terus-menerus tanpa efek samping? Dan terus gimana dengan Hari Pembalasan? Aku tahu kebijaksanaan Allah lebih besar daripada pemahamanku yang terbatas, tapi kalau perilaku kita ditentukan oleh bagaimana kita dibuat, apakah itu berarti orang-orang seperti narsis atau psikopat memang terlahir seperti itu dan nggak sepenuhnya bisa disalahkan? Kenapa aku punya depresi - apakah itu bahkan nyata, atau apakah terapi itu penipuan? Aku khawatir terapi bisa jadi alasan bagi orang untuk tidak bertanggung jawab atas tindakan mereka. Apa itu hati nurani? Kalau aku bukan Muslim, apakah ada yang salah secara objektif? Maaf, aku mulai kehilangan kontak dengan realitas dan diriku sendiri dan bertanya-tanya apakah ini bisa diperbaiki. Aku nggak tahu seberapa lama lagi aku bisa bertahan. Tolong doakan aku dan nasihat atau kata-kata yang menenangkan dari perspektif Islam bakal sangat membantu.