Diterjemahkan otomatis

Apakah kita benar-benar hidup dengan kehendak bebas? Salaam, aku butuh sedikit panduan.

As-salamu alaykum. Tolong, kalau kamu lagi berada di tempat mental yang rapuh atau masih sangat muda, mungkin sebaiknya jangan lanjut untuk membaca. Aku lagi berjuang dan cuma nulis ini. Dua tahun yang lalu ada seseorang yang menyakitiku dalam-dalam dan itu membuka banyak masalah - aku akhirnya pergi ke terapi dan sejak saat itu aku belum bisa melepaskan semuanya. Psikiatrisku bilang kita nggak sepenuhnya mengendalikan pikiran kita, cuma tindakan kita yang bisa kita kontrol, dan emosi juga nggak sepenuhnya berada di bawah kontrol kita. Tapi pikiran dan perasaan mempengaruhi apa yang kita lakukan. Apa yang terjadi kalau sebuah perasaan jadi begitu kuat sampai kita harus bertindak cuma untuk menghentikannya? Kadang bikin aku bertanya-tanya apakah kita cuma sekumpulan bahan kimia. Kalau itu benar, apakah obat-obatan di masa depan bisa bikin orang bahagia terus-menerus tanpa efek samping? Dan terus gimana dengan Hari Pembalasan? Aku tahu kebijaksanaan Allah lebih besar daripada pemahamanku yang terbatas, tapi kalau perilaku kita ditentukan oleh bagaimana kita dibuat, apakah itu berarti orang-orang seperti narsis atau psikopat memang terlahir seperti itu dan nggak sepenuhnya bisa disalahkan? Kenapa aku punya depresi - apakah itu bahkan nyata, atau apakah terapi itu penipuan? Aku khawatir terapi bisa jadi alasan bagi orang untuk tidak bertanggung jawab atas tindakan mereka. Apa itu hati nurani? Kalau aku bukan Muslim, apakah ada yang salah secara objektif? Maaf, aku mulai kehilangan kontak dengan realitas dan diriku sendiri dan bertanya-tanya apakah ini bisa diperbaiki. Aku nggak tahu seberapa lama lagi aku bisa bertahan. Tolong doakan aku dan nasihat atau kata-kata yang menenangkan dari perspektif Islam bakal sangat membantu.

+246

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku banget ngerasain ini. Depresi bikin aku nanya-nanya tentang segalanya, bahkan keyakinanku. Terapi bukan penipuan bagiku-itu ngajarin alat buat menghadapi, sementara iman bikin aku tetap terjaga. Keduanya bisa berjalan bareng. Ambil aja pelan-pelan, langkah kecil. Aku bakal doa supaya semuanya dipermudah dan shifa untuk hatimu.

+14
Diterjemahkan otomatis

Ini benar-benar menyentuh. Merasa ditentukan oleh zat-zat kimia itu menakutkan, tapi itu gak berarti kita kehilangan tanggung jawab moral - Allah tahu perjuangan kita dan menilai dengan keadilan yang sempurna. Jangan salahkan diri sendiri karena butuh bantuan. Hubungi saudari atau imam yang terpercaya dan teruslah berdoa.

+11
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum, sis. Aku minta maaf banget kamu harus melalui ini - terapi ngebantu aku waktu aku ngerasa sama. Ngerasa kayak kamu nggak sepenuhnya bisa ngontrol diri itu wajar banget dengan depresi, itu nggak berarti kamu lemah atau bisa dijadiin alasan untuk tindakanmu. Kamu tetap bertanggung jawab dan juga layak mendapatkan kasih sayang. Aku akan berdoa untukmu malam ini.

+16
Diterjemahkan otomatis

Salaam saudariku, aku sudah pernah berada di sana. Pertanyaannya berat tapi itu nggak bikin kamu kurang Muslim. Masalah mental bisa bersifat biologis dan tetap butuh usaha pribadi serta tanggung jawab. Terapi membantuku memahami pemicu-pemicu supaya aku bisa memilih tindakan yang beda. Doaku untuk kekuatan dan kesembuhanmu.

+5
Diterjemahkan otomatis

Mengirim pelukan, sis. Aku juga sering memikirkan tentang kehendak bebas - Islam mengajarkan kita diuji, meskipun biologi berperan. Itu nggak menghapus tanggung jawab atau kasih sayang Allah. Tolong terus temui doktermu dan bergantunglah pada komunitasmu. Kamu nggak sendirian, dan aku berdoa untukmu.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar