Ada gak sih yang pernah punya pengalaman positif tinggal sama mertua?
As-salamu alaykum, saya merasa sangat beruntung bisa jadi bagian dari kelompok minoritas di sini, alhamdulillah. Ini lebih ke budaya daripada agama yang ketat, tapi saya pengen berbagi dan denger pemikiran serta pengalaman orang lain. Sebenarnya saya seneng tinggal dengan keluarga suami, alhamdulillah - mereka baik sama saya. Saya punya masa kecil yang sulit dan tidak stabil, dan tinggal bersama mereka rasanya kayak punya orang tua kedua yang bisa saya andalkan. Beberapa hal yang saya rasa bikin pengaturan ini lebih mudah buat saya: 1. Alhamdulillah, ada cukup ruang jadi nggak terasa sempit. 2. Mereka nggak menghakimi atau mengontrol dan mereka nggak mencampuri urusan pernikahan kami. Kami menjaga masalah kami pribadi dan punya batasan sendiri. 3. Mereka membiarkan saya membuat pilihan tentang rumah - saya masih tanya mereka tentang perubahan besar karena saya butuh masukan mereka, tapi sebagian besar mereka biarkan saya mengatur segalanya. 4. Suami saya memastikan kami untuk rutin mengecek kabar orang tuanya, duduk bersama, dan mengobrol. Itu membantu saya merasa nyaman di sekitar mereka. 5. Ketika saya berhenti bersikeras bahwa kami harus punya tempat sendiri segera dan menerima rumah mereka juga sebagai rumah saya, hidup jadi jauh lebih mudah dan bahagia. Jangan salah paham ya, pasti ada frustrasi, terutama di tahun pertama, tapi kalau punya mertua yang baik, itu benar-benar bisa jadi berkah. Kami awalnya berencana untuk pindah, tapi orang tuanya semakin tua dan bahkan kalau kami pergi sekarang, kemungkinan besar kami akan kembali dalam 5-10 tahun untuk merawat mereka. Suami saya nggak punya saudara untuk berbagi tanggung jawab itu, jadi saya pengen mendukungnya untuk menghormati tanggung jawab itu sebaik mungkin, inshaAllah. 🤲 Saya tahu banyak orang punya pengalaman negatif dan saya paham kenapa. Tapi saat itu berjalan dengan baik, rasanya benar-benar luar biasa. Walau begitu, saya masih menyarankan pasangan untuk mencari tempat sendiri jika memungkinkan, karena kesehatan mental lebih penting daripada kenyamanan finansial - bergabung dengan keluarga baru bisa jadi sulit untuk wanita. Gimana pengalaman atau pemikiran kalian tentang ini?