Apa aku melewatkan masa remajaku? [Diskusi]
Assalamu alaykum - Aku lagi belajar coding, studi matematika, dan aku berolahraga hampir setiap hari. Aku coba untuk makan lebih baik, bekerja pada keterampilan sosialku, nulis, mulai menabung/berinvestasi, dan membangun kehadiran online. Tapi meskipun semua itu, aku terus merasa kayak buang-buang masa remajaku. Beberapa waktu lalu, aku ketemu seorang pemuda yang punya masa kecil yang sulit seperti aku. Dia bilang dia udah "berusaha untuk mendapatkan masa remaja terbaik dalam hidupnya" untuk mengganti apa yang hilang. Itu bikin aku berhenti sejenak dan bertanya: apa aku buang-buang masa remajaku? Cowok ini ramah, aktif di banyak klub dan kegiatan, dan aku hampir nggak pernah lihat dia sendirian - dan jujur aja, dia kelihatan menarik. Apa yang aku lakukan? Rasanya aku setiap hari cuma berjuang. Nanti pas aku dewasa, aku tetap punya tanggung jawab, jadi apa gunanya semua ini sekarang? Aku nggak pernah bener-bener punya kesempatan untuk jadi anak kecil yang tanpa beban karena pengalaman masa kecil yang buruk dan trauma. Jadi kenapa aku nggak keluar sana dan nikmatin hidup remaja yang normal? Aku cuma dapet beberapa tahun terakhir ini untuk jadi muda. Apakah sepadan menghabiskan dua jam untuk proyek coding, atau satu jam untuk belajar lagi aljabar, atau latihan langkah dansa baru? Aku ikut klub, aku berlari lintas alam dan aku suka lari, tapi aku masih merasa kayak terlalu berusaha. Aku udah kehilangan kontak dengan teman-teman dari kelas delapan dan kelompok teman yang sudah aku bangun dengan susah payah. Aku udah fokus pada perbaikan diri sejak kelas tujuh dan aku merasa cukup sendiri. Aku tahu kesendirian itu punya nilai - udah kasih aku waktu untuk tumbuh dalam keheningan dan aku actually suka itu - tapi aku juga lihat masih banyak yang perlu dipelajari tentang keterampilan sosial. Aku udah bikin teman baru dan juga menjauh dari yang lain. Kadang aku ngerasa kayak aku nggak punya "esensi" yang jelas atau rasa keaslian. Aku punya hobi dan minat, tapi bisa terasa hampa, kayak aku berlomba melawan waktu dan cuma berjuang setiap hari. Itu bikin aku mikir: apa aku menghabiskan beberapa tahun terakhir jadi anak yang cuma kerja nonstop, dan bakal jadi dewasa yang melakukan hal yang sama? Aku nyari perspektif - gimana aku bisa menyeimbangkan perbaikan diri yang bermakna, penyembuhan dari masa lalu, dan masih kasih diriku beberapa pengalaman remaja yang sebenarnya? Saran atau pengalaman serupa bakal sangat dihargai.