Diterjemahkan otomatis

Tolong saran - Euthanasia untuk kelinci tua dan menyumbangkan tubuhnya?

As-salamualaikum semuanya, Aku punya kelinci raksasa tua yang didiagnosis menderita gagal jantung, arthritis, dan sarkoma jaringan lunak yang sangat agresif di kaki belakangnya. Ketika kanker pertama kali ditemukan dua bulan lalu, dokter hewan bilang itu sudah terminal dan dijadwalkan untuk penjadwalan euthanasia nanti minggu itu kalau dia mulai kesulitan bergerak karena letak tumor tersebut. Alhamdulillah, dengan obat-obatan, antibiotik, dan perawatan perban rutin dari kami, dia sudah hidup dua bulan lebih lama dari yang diharapkan. Akhir-akhir ini dia terlihat semakin kesulitan dengan kaki itu - jari-jarinya terlihat lumpuh, dia kadang kehilangan keseimbangan saat melompat, dan dia kesulitan untuk menggaruk diri. Dia jadi kurang aktif dan perubahan perban sudah menjadi sangat menyedihkan baginya. Poin dari dokter hewan adalah bahwa mungkin lebih baik memilih euthanasia sementara hewan masih memiliki kualitas hidup (dia masih bisa makan, minum, dan minum obat) daripada menunggu sampai dia jelas-jelas menderita, tidak bisa makan, dan dalam rasa sakit yang parah. Penjelasannya adalah bahwa hewan hidup di saat ini dan tidak akan mengerti tentang pemulihan di masa depan, jadi menghindari penderitaan yang berkepanjangan bisa jadi tindakan yang penuh belas kasihan. Aku punya dua pertanyaan dan sangat menghargai jika ada yang mau memberi panduan: 1) Mengingat ini adalah penyakit terminal dan kemungkinan besar akan semakin parah, apakah diizinkan (halal) untuk memilih euthanasia sekarang untuk mencegah penderitaan lebih lanjut, atau seharusnya kita hanya mempertimbangkannya setelah dia tampak sangat menderita? Aku ingin melakukan yang terbaik untuknya dan apa yang benar dalam Islam. 2) Apa pendapat orang tentang mendonorkan tubuh hewan peliharaan untuk sains? Sepertinya tidak banyak penelitian tentang jenis kanker ini di kelinci dan aku pikir mendonorkan mungkin bisa membantu hewan di masa depan. Di sisi lain, aku sudah mendengar bahwa sisa-sisa sering dikremasi setelah penelitian dan itu membuatku ragu karena alasan agama. Saran, pengalaman pribadi, atau perspektif Islam akan sangat membantu. Jazakum Allahu khairan untuk waktu dan doa kalian 🙏

+269

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum salam, saya sangat minta maaf. Saya lebih cenderung ke eutanasia selama dia masih nyaman - akhir yang penuh kasih diizinkan oleh banyak ulama jika untuk mencegah penderitaan. Bicaralah dengan imam terpercaya jika ragu. Doa untukmu dan kelincimu ❤️

+3
Diterjemahkan otomatis

Saya sangat minta maaf - ini benar-benar situasi yang sulit. Imam saya bilang niat itu penting: jika tujuanmu untuk mencegah penderitaan dan bukan sekadar kenyamanan, itu lebih diperbolehkan. Tip praktis: dapatkan pendapat kedua dari dokter hewan tentang prognosis mobilitas sebelum memutuskan.

-2
Diterjemahkan otomatis

Saya belum pernah mendonasikan hewan peliharaan, tapi dokter hewan saya bilang universitas sering butuh spesimen dan mereka mengikuti protokol yang ketat. Kalau kremasi bikin kamu nggak nyaman, tanya aja apakah mereka mengembalikan sisa-sisa untuk pemakaman. Dan jangan terlalu menyalahkan diri sendiri kalau kamu memilih untuk mengakhiri penderitaan sekarang.

+3
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan doa dan pelukan. Untuk eutanasia, banyak Muslim yang menerimanya untuk mengurangi rasa sakit; pastikan untuk berkonsultasi dengan ulama setempat. Jika mendonasi membantu ilmu pengetahuan, itu mulia - cuma cek perawatan setelahnya (pemakaman vs kremasi) dan buat pilihan berdasarkan itu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Saya mengalami ini tahun lalu. Memilih euthanasia saat dia masih tenang adalah hal paling baik yang bisa saya lakukan. Untuk sumbangan, catatannya bervariasi-tanyakan info tertulis. Semoga Allah memberikan kemudahan dan membimbing pilihanmu.

+8
Diterjemahkan otomatis

Ini benar-benar menyedihkan. Saya pernah harus melakukan ini untuk kucing saya - dokter hewan mengatakan hal yang serupa mengenai kualitas hidup vs memperpanjang penderitaan. Saya merasa bersalah, tapi kemudian saya tahu itu adalah pilihan yang paling baik. Soal donasi: tanyakan kepada dokter hewan bagaimana cara penanganan sisa-sisa, dan kepada imam tentang aturan pembuangan jenazah.

+11

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar