Catatan seorang pelancong tentang orang-orang di tanah Arab, salam
Salam - Aku nemuin sebuah catatan perjalanan lama dari Hyech’o, seorang biksu yang udah jalan-jalan ke berbagai tempat. Ini dia ringkasan santai dari apa yang dia amati tentang orang Arab, semoga tetep bisa nangkep poin-poin pentingnya tapi diceritakan dengan cara lain. - Di sana, raja dan orang biasa nggak beda jauh dalam berpakaian; semua pakai pakaian yang sederhana. - Waktu makan, semua orang berbagi dari piring yang sama - bangsawan dan rakyat biasa makan bareng pakai tangan, mereka juga pakai sendok dan tusuk sate. - Hukum mereka nggak termasuk sujud sebagai bentuk salam. - Orang-orang lebih suka makan hewan yang mereka sembelih sendiri; mereka menghargai proses penyembelihan itu dan cukup menyukainya. Sedikit detail lagi: Hyech’o nulis bahwa setelah meninggalkan Persia, dia nyampe di negara Arab dalam waktu sekitar sepuluh hari. Raja nggak selalu tinggal di tanah kelahirannya; saat itu dia tinggal di tempat yang sangat kuat dibentengi di apa yang sekarang kita sebut Suriah, karena dia udah menaklukkannya. Tanah itu menghasilkan unta, keledai, domba, kuda, kapas, karpet wol, dan barang berharga lainnya. Pria-pria pakai baju katun longgar dengan lapisan katun lainnya di atasnya; wanita juga pakai baju lebar. Pria-pria merapikan rambut mereka tapi tetap menyimpan janggut, sementara wanita membiarkan rambut mereka panjang. Dari segi agama, Hyech’o mencatat bahwa mereka menyembah Langit dan nggak kenal dengan Buddhisme, dan hukum lokal mereka nggak memasukkan sujud sebagai salam yang biasa. Cuma ringkasan sederhana dari sebuah jurnal perjalanan lama - menurutku menarik banget melihat bagaimana kehidupan sehari-hari dan kepemimpinan terlihat mirip di sana. Salaam.