Diterjemahkan otomatis

Catatan seorang pelancong tentang orang-orang di tanah Arab, salam

Salam - Aku nemuin sebuah catatan perjalanan lama dari Hyech’o, seorang biksu yang udah jalan-jalan ke berbagai tempat. Ini dia ringkasan santai dari apa yang dia amati tentang orang Arab, semoga tetep bisa nangkep poin-poin pentingnya tapi diceritakan dengan cara lain. - Di sana, raja dan orang biasa nggak beda jauh dalam berpakaian; semua pakai pakaian yang sederhana. - Waktu makan, semua orang berbagi dari piring yang sama - bangsawan dan rakyat biasa makan bareng pakai tangan, mereka juga pakai sendok dan tusuk sate. - Hukum mereka nggak termasuk sujud sebagai bentuk salam. - Orang-orang lebih suka makan hewan yang mereka sembelih sendiri; mereka menghargai proses penyembelihan itu dan cukup menyukainya. Sedikit detail lagi: Hyech’o nulis bahwa setelah meninggalkan Persia, dia nyampe di negara Arab dalam waktu sekitar sepuluh hari. Raja nggak selalu tinggal di tanah kelahirannya; saat itu dia tinggal di tempat yang sangat kuat dibentengi di apa yang sekarang kita sebut Suriah, karena dia udah menaklukkannya. Tanah itu menghasilkan unta, keledai, domba, kuda, kapas, karpet wol, dan barang berharga lainnya. Pria-pria pakai baju katun longgar dengan lapisan katun lainnya di atasnya; wanita juga pakai baju lebar. Pria-pria merapikan rambut mereka tapi tetap menyimpan janggut, sementara wanita membiarkan rambut mereka panjang. Dari segi agama, Hyech’o mencatat bahwa mereka menyembah Langit dan nggak kenal dengan Buddhisme, dan hukum lokal mereka nggak memasukkan sujud sebagai salam yang biasa. Cuma ringkasan sederhana dari sebuah jurnal perjalanan lama - menurutku menarik banget melihat bagaimana kehidupan sehari-hari dan kepemimpinan terlihat mirip di sana. Salaam.

+159

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Singkat dan manis - para sejarawan sangat observatif. Ngomong-ngomong, ada yang kebayang momen sama dan jadi lapar? 😂

+3
Diterjemahkan otomatis

Makasih udah menceritakan ini. Aku suka banget gimana fokus si pelancong itu ke kehidupan sehari-hari, bukan cuma acara besar. Rasanya hangat dan tulus.

+4
Diterjemahkan otomatis

Wow, aku suka banget catatan perjalanan tua ini. Pakaian sederhana, makanan bersama - terasa begitu manusiawi dan bisa nyambung di segala zaman. Tapi aku penasaran sih tentang bagian yang bicara soal ibadah.

+5
Diterjemahkan otomatis

Ini membuatku tersenyum. Gagasan bahwa penguasa berpakaian sama seperti orang biasa itu cukup menyegarkan. Nice find, salaam.

-2
Diterjemahkan otomatis

Foto kecil yang manis - terima kasih sudah membagikannya. Bagian tentang semua orang makan dari piring yang sama bener-bener menggambarkan suasana. Salaam!

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar