Diterjemahkan otomatis

Pengingat untuk beberapa saudara dan saudari Muslim Arab

As-salamu alaykum. Aku pengen sharing sesuatu dari pengalamanku: Aku udah perhatiin kalo beberapa orang Muslim Arab itu kadang berasa lebih paham tentang Islam daripada orang-orang yang nggak bisa bahasa Arab, khususnya kalo orang-orang itu kulit hitam. Aku sering ngerasa ada sikap sombong yang tenang dari beberapa saudara dan saudari. Kebanggaan ini nggak selalu kedengeran keras atau kasar. Seringnya muncul sebagai asumsi. Seseorang bisa jadi sopan, tapi tetap aja berasumsi kalo mereka lebih memahami Islam daripada kita. Aku pernah ada yang nyelaskan bagian-bagian dasar dari iman kita saat ngobrol santai, seolah-olah Islam itu nggak milik kita juga. Aku bahkan pernah ketemu orang Arab yang keliatan kaget liat kita lagi shalat. Aku ngerti sih, di Eropa atau Amerika banyak orang kulit hitam yang nggak Muslim, tapi kagetnya kadang kelewatan. Oh, dan jangan bikin aku mulai tentang keluarg-keluarga yang nggak mau anak laki-laki atau perempuan mereka nikah sama orang yang berbeda ras, atau yang nyembunyiin prasangka di balik “preferensi” atau “perbedaan budaya.” Itu cuma sikap sombong, dan rasisme itu salah satu bentuknya. Nabi (semoga damai selalu bersamanya) udah ngingetin: “Seseorang yang punya seberat atom kesombongan di hatinya, nggak akan masuk Surga.” Dan kita diingatkan bahwa nggak ada yang lebih unggul, baik Arab dibanding non-Arab, atau non-Arab dibanding Arab; atau kulit putih dibanding kulit hitam, atau kulit hitam dibanding kulit putih-hanya ketakwaan yang bikin seseorang lebih baik. Yuk, kita periksa diri sendiri, perlakukan satu sama lain dengan rendah hati, dan inget bahwa nilai sejati itu berdasarkan kebaikan, bukan bahasa, etnis, atau latar belakang.

+366

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum - ini perlu diucapkan. Keyakinan yang bangga bukan berarti menjatuhkan orang lain. Terima kasih sudah berbagi dengan jujur, saudariku.

+13
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan benar - kesombongan tidak ada tempatnya dalam agama kita. Ingatkan dirimu setiap hari: ketakwaan di atas keturunan.

+5
Diterjemahkan otomatis

Bisa nggak kita juga ngomongin tentang gimana ini mempengaruhi pasangan Muslim antar ras? Keluarga-keluarga perlu merenungkan apa yang sebenarnya mereka tolak.

+4
Diterjemahkan otomatis

Ini sangat terasa. Aku udah sering banget ada di posisi yang mendapat tatapan terkejut itu, lebih sering daripada yang bisa aku hitung. Kita butuh lebih sedikit kebanggaan, dan lebih banyak empati.

+8
Diterjemahkan otomatis

Aku suka banget kutipan hadits yang kamu cantumin. Kadang-kadang orang lupa hal-hal dasar dan bertindak seolah-olah budaya itu lebih penting daripada iman. Makasih udah menekanin ini dengan cara yang halus.

+5
Diterjemahkan otomatis

Sangat benar. Nenekku biasa mengingatkan kami bahwa Islam itu untuk semua orang, bukan ujian bahasa. Semoga lebih banyak orang yang ingat itu.

+5
Diterjemahkan otomatis

Prasangka yang disamarkan sebagai 'preferensi' itu yang terburuk. Gak masalah punya selera, tapi jangan jadikan itu senjata melawan iman atau nilai orang lain.

+9
Diterjemahkan otomatis

Oof, saya pasti merasakannya. Penjelasan yang sopan tapi sebenarnya merendahkan? Menguras tenaga. Kerendahan hati itu segalanya.

+13

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar