Pengingat untuk beberapa saudara dan saudari Muslim Arab
As-salamu alaykum. Aku pengen sharing sesuatu dari pengalamanku: Aku udah perhatiin kalo beberapa orang Muslim Arab itu kadang berasa lebih paham tentang Islam daripada orang-orang yang nggak bisa bahasa Arab, khususnya kalo orang-orang itu kulit hitam. Aku sering ngerasa ada sikap sombong yang tenang dari beberapa saudara dan saudari. Kebanggaan ini nggak selalu kedengeran keras atau kasar. Seringnya muncul sebagai asumsi. Seseorang bisa jadi sopan, tapi tetap aja berasumsi kalo mereka lebih memahami Islam daripada kita. Aku pernah ada yang nyelaskan bagian-bagian dasar dari iman kita saat ngobrol santai, seolah-olah Islam itu nggak milik kita juga. Aku bahkan pernah ketemu orang Arab yang keliatan kaget liat kita lagi shalat. Aku ngerti sih, di Eropa atau Amerika banyak orang kulit hitam yang nggak Muslim, tapi kagetnya kadang kelewatan. Oh, dan jangan bikin aku mulai tentang keluarg-keluarga yang nggak mau anak laki-laki atau perempuan mereka nikah sama orang yang berbeda ras, atau yang nyembunyiin prasangka di balik “preferensi” atau “perbedaan budaya.” Itu cuma sikap sombong, dan rasisme itu salah satu bentuknya. Nabi (semoga damai selalu bersamanya) udah ngingetin: “Seseorang yang punya seberat atom kesombongan di hatinya, nggak akan masuk Surga.” Dan kita diingatkan bahwa nggak ada yang lebih unggul, baik Arab dibanding non-Arab, atau non-Arab dibanding Arab; atau kulit putih dibanding kulit hitam, atau kulit hitam dibanding kulit putih-hanya ketakwaan yang bikin seseorang lebih baik. Yuk, kita periksa diri sendiri, perlakukan satu sama lain dengan rendah hati, dan inget bahwa nilai sejati itu berdasarkan kebaikan, bukan bahasa, etnis, atau latar belakang.