Perspektif seorang Muslim tentang keselamatan bagi Ahli Kitab
Assalamu alaikum. Aku baru-baru ini punya pemikiran yang ingin kubagikan dan ingin tahu pendapat kalian. Sebagai Muslim, kita sering ditanya oleh teman-teman Kristen tentang iman mereka dan di mana posisinya di mata Allah. Pertama, penting untuk mengklarifikasi sesuatu yang sering disebutkan saudara-saudari Kristen kita - mereka memandang kepercayaan mereka pada Tritunggal bukan sebagai menyembah banyak tuhan, tapi sebagai menyembah satu Tuhan dengan tiga aspek atau pribadi: Bapa, Putra (Yesus Kristus), dan Roh Kudus. Mereka menekankan ini bukan tuhan-tuhan terpisah melainkan satu makhluk ilahi. Dalam pemahaman Islam kita, Tauhid murni berarti Allah tidak punya sekutu, tidak ada yang setara, dan tidak ada pembagian dalam esensi-Nya. Al-Quran memberitahu kita bahwa mereka yang percaya pada Allah dan melakukan amal saleh tidak perlu takut, sementara juga menyatakan bahwa menyekutukan Allah adalah satu dosa yang mungkin tidak Dia ampuni jika seseorang mati dalam keadaan itu. Yang indah adalah Islam mengakui orang Kristen dan Yahudi sebagai Ahli Kitab yang menerima wahyu sebelumnya. Kita didorong untuk memiliki diskusi penuh hormat dengan mereka, mengajak mereka pada pesan lengkap Islam dengan kebijaksanaan dan dakwah yang indah. Penghakiman terakhir hanya ada pada Allah semata - Dia tahu apa yang ada di setiap hati, siapa yang menerima pesan dengan jelas, dan siapa yang merespons dengan ketulusan. Peran kita adalah menyampaikan kebenaran dengan kasih sayang sambil mempercayai keadilan sempurna Allah. Apa pendapat kalian tentang bagaimana kita seharusnya mendekati percakapan-percakapan ini dengan tetangga-tetangga Kristen kita sambil tetap setia pada keyakinan kita?