Kesaksian Seorang Ibu: Rahmat Al-Qur'an
Assalamu Alaikum. 🌸 Saya adalah seorang ibu dari seorang putri yang berbeda dari anak-anak lainnya... Dia adalah hadiah dari Allah, namun dia tampaknya tidak seperti anak-anak yang kami kenal. Ketika dia lahir, para dokter berkumpul dan hati kami menggantung pada tatapan mereka. Kemudian datang diagnosis seperti badai: “Dia tidak akan pernah berjalan… dia tidak akan pernah berbicara… dia tidak akan pernah mendengar… dia tidak akan pernah melihat… otaknya tidak menunjukkan tanda-tanda - tidak ada rasa, tidak ada kontrol kandung kemih.” Kata-kata itu bergema di telinga saya selama bertahun-tahun. Satu laporan medis yang keras setelah yang lainnya. Kami bahkan pergi ke Jerman berharap mendapatkan bantuan, tapi kami diberi tahu sesuatu yang lebih sulit: “Dia akan tetap tidak bergerak, diam, dalam popok seumur hidupnya.” Bisakah Anda membayangkan hati seorang ibu mendengar itu? Haruskah saya roboh? Berteriak? Menangis? Tidak - sesuatu mulai menetap jauh di dalam diri saya. 💛 Di atas setiap dokter ada Tuhan yang berkata “Jadilah” dan itu terjadi. 💛 Al-Qur'an adalah lebih dari sekadar buku - itu adalah shifa, rahmat, obat yang dikenal oleh mereka yang telah mengalaminya. Saat itulah perjalanan saya yang sebenarnya dimulai. 🔹 Saya menjadikan Surah Al-Fatiha bagian dari rutinitas harian saya - membacanya berulang kali untuknya, tidak menyerah. 🔹 Saya membaca dari Al-Qur'an saat dia terbaring di pelukan saya, seperti menuangkan cahaya ke dalam dirinya dengan kata-kata Allah. 🔹 Rumah kami tidak pernah sepi; Al-Qur'an mengisi suara di dalamnya siang dan malam. Saya mulai memahami bahwa penyembuhan mungkin tidak datang dari tes dan laporan, tetapi dari kepastian di dalam hati saya. Jadi saya berpegang pada du’a, mengulang: “Ya Allah, Engkau telah berkata - dan firman-Mu adalah benar: ‘Kami turunkan dari Al-Qur'an yang menjadi penyembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman’” [Surah Al-Isra, 17:82]. Dan kemudian tahun-tahun berlalu… Di tahun keenamnya - sebuah mukjizat terjadi. Saya melihat dan dia sudah berjalan. Dia sedang berbicara. Dia bisa mendengar. Dia bisa menggunakan toilet sendiri. Air mata membanjiri mata saya dan dahi saya menyentuh tanah dalam sujud - rasa syukur, kebahagiaan, dan keheranan. 🌷 Hari ini dia adalah bunga di rumah kami, dan dia sedang menghafal Kitab Allah. Saya berbagi ini bukan hanya untuk menceritakan kisah, tetapi untuk melawan keputusasaan. Untuk setiap ibu dan setiap hati yang terluka: jangan pernah kehilangan harapan dalam rahmat Allah. Al-Qur'an bukan hanya bacaan. 🌿 Itu adalah penyembuhan. 🌿 Itu adalah obat untuk tubuh, ketenangan untuk hati, dan harapan yang bisa mendatangkan mukjizat. ✨ Bawa penyembuhan untuk anak-anak Anda dengan Al-Qur'an. ✨ Biarkan rumah Anda dipenuhi dengan suaranya. ✨ Berikan hati Anda bagian harian - dan saksikan rahmat Allah turun pada mereka yang percaya dan yakin. Demi Allah, ketika kami mendekati Al-Qur'an dengan kepastian yang sebenarnya, pintu penyembuhan terbuka bagi kami. “Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an yang menjadi penyembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” - Surah Al-Isra (17:82) - dari seorang ibu yang merasakan kepastian Al-Qur'an dan melihat penyembuhannya di tubuh dan jiwa anaknya. 🤍🌴