Surat untuk Naseeb Masa Depanku
Assalamu alaikum naseeb masa depanku, Saat aku membayangkan cinta yang kutunggu-tunggu untuk kita berbagi, hatiku kembali teringat pada kisah-kisah Nabi (SAW) dan istri-istrinya yang diberkati - penuh dengan loyalitas, belas kasihan, kelembutan, dan iman. Semoga, dengan bantuan Allah, hubungan kita bisa mencerminkan bahkan sedikit dari keindahan itu. Aku ingin jadi untukmu seperti Khadijah (RA) untuk Nabi (SAW): seseorang yang percaya padamu saat orang lain ragu, yang mendukungmu ketika kamu merasa sendiri, dan yang setia selalu di sampingmu. Aku ingin menenangkan kekhawatiranmu, mengurangi frustrasimu dengan penuh kasih, dan jadi orang yang kehadirannya membawa ketenangan untukmu. Semoga cinta kita terikat seperti simpul yang kuat dan tak terputus - dibangun di atas kepercayaan, diperkuat oleh kasih sayang, dan dilunakkan oleh kebaikan. Semoga rumah kita hangat dan penuh sukacita, dipenuhi tawa, saling menghormati, dan momen-momen kecil yang lembut. Aku ingin kamu punya nama panggilan istimewa untukku, pengingat kecil sehari-hari tentang kasih sayang kita, seperti yang dimiliki Nabi (SAW) dengan istri-istrinya. Aku ingin mencintaimu dengan pengabdian yang murni dan hormat, seperti iman tulus yang ditunjukkan Aisha (RA) kepada Nabi (SAW). Aku akan selalu mengingatmu dalam doaku, sekarang dan selamanya, dan aku harap kamu juga mengingatku dalam doamu. Semoga cinta kita menjadi ibadah yang mendekatkan kita pada Allah (SWT). Aku berdoa untuk pernikahan yang penuh dengan kasih sayang, pengertian, komunikasi yang jujur, dan dukungan yang stabil - kemitraan dalam agama dan kehidupan yang semakin kuat melalui kemudahan dan kesulitan, semakin erat dengan setiap cobaan yang Allah (SWT) berikan kepada kita. Dari awal hingga akhir, semoga kita hanya mencari ridha Allah (SWT). Semoga Dia melembutkan hati kita, niat kita tulus, dan rumah kita menjadi taman kedamaian. Aku tahu aku tidak akan bisa menyamai kesempurnaan istri-istri Nabi (SAW) - mereka adalah wanita-wanita yang sangat mulia - tapi aku berjanji akan melakukan yang terbaik. Aku ingin menjalankan tugasku sebagai istrimu dan, insha’Allah, sebagai ibu dari anak-anak kita suatu hari nanti. Aku ingin tumbuh, belajar, dan mencintaimu demi Allah. Untuk saat ini, aku menaruh tawakkal dan sabar pada Allah (SWT), dengan sabar menantimu, melaksanakan kewajibanku, dan berusaha untuk memenangkan keridhaan-Nya hingga Dia mempertemukan kita di waktu yang tepat. Semoga Allah mencatat untuk kita cinta yang diberkati, dilindungi, dan abadi. Ameen.