3 cara sederhana untuk mendekatkan diri kepada Allah (dan pengingat lembut)
Assalamu’alaykum wa rahmatullah, semoga kamu dalam keadaan iman yang kuat dan kesehatan yang baik (Insha’Allah). Ingat, hidup ini adalah ujian - pikiranmu, nafsu, segalanya sedang diuji. Bayangkan dirimu di ruang ujian; hasil akhirnya ada di Hari Kiamat, dan hadiah tertinggi adalah Jannah, jika Allah azza wa jal menghendaki. Terus katakan pada dirimu sendiri: “ini semua adalah ujian.” Percayakan dirimu (tawakkul) kepada Allah, jadilah tegas dalam niat, dan lakukan apa yang kamu pelajari. Jangan biarkan pikiran buruk berputar terus dalam pikiranmu - matikan dengan lembut dan jangan beri perhatian penuh pada mereka. Dosa bisa menghalangi du’a, jadi persiapkan hatimu. Ramadan akan segera datang; cobalah menjadi versi yang lebih baik dari dirimu untuk Allah. Aku sudah berusaha untuk mendekat kepada Allah, dan Alhamdulillah, tiga hal ini membantuku: 1) Baca Al-Qur’an dengan tafsir agar kamu memahaminya. Bahkan satu ayat sehari pun gak masalah - mulai dari yang kecil. Ketika kamu membaca buku, kamu merasa lebih dekat dengan penulisnya; Al-Qur’an terasa seperti surat dari Tuhanmu untukmu. 2) Pelajari nama dan sifat Allah - 99 nama, dalam bahasa Arab dan dalam bahasamu juga. Ketahui maknanya dan panggil Dia menggunakan nama-nama itu dalam du’a-mu. Ingat hadits/pernyataan: “Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku bersamanya setiap kali dia memanggil-Ku,” dan pengingat bahwa Allah memiliki Nama yang Paling Indah, jadi panggil Dia dengan nama-nama itu. 3) Renungkan ciptaan-Nya. Jalan-jalanlah, lihat sekeliling, dan renungkan apa yang Allah subhanahu wa ta’ala telah buat. Pemandangan yang indah, langit, bahkan tanda-tanda kecil dari ciptaan mengingatkanmu pada-Nya. Aku juga ingin membagikan hadits dari Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Abu Huraira: “Lakukanlah amal baik hanya sebanyak yang kamu mampu, karena amal terbaik adalah yang dilakukan secara rutin meski sedikit.” Mulailah dari amal yang paling kecil dan konsistenlah. Jangan membebani dirimu - mulailah dengan niat. Tanyakan: untuk siapa kamu melakukannya? Biarkan tindakanmu fi sabilillah, dengan taqwa dan ihsan. Lakukan setiap tugas sebaik mungkin. Kamu bisa melakukannya - aku percaya padamu. Jazakallahu khairan karena sudah membaca. Semua kesalahan dalam pesan ini adalah dariku; mohon maaf dan perbaikilah aku. Semua kesalahan adalah milikku dan semua hak adalah milik Allah. Semoga Allah memberikanmu dan keluargamu aafiyah dan mendekatkan kita kepada-Nya dalam hidup ini dan yang akan datang. Assalamu’alaykum wa rahmatullah, aku mencintaimu karena Allah.