19 tahun dan merasa tersesat - butuh nasihat yang tulus, tolong
Assalamu alaikum. Saya Maryam. Saya sudah merasakan sakit untuk sementara waktu dan rasanya seperti jiwa saya terkikis. Saya biasanya nggak nyampein masalah saya secara online, tapi saya nggak punya siapa-siapa untuk diajak bicara dan saya benar-benar merasa tersesat, jadi saya coba ini untuk minta bantuan. Saya akan daftar hal-hal untuk lebih jelas. 1. Saya baru saja lulus kelas 12 dan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Ayah saya terlihat bangga tapi nggak mau bekerja kecuali tabungan kami habis. Dia berpura-pura jadi ayah yang baik tapi nggak pernah memberikan apa yang seharusnya. Ibu saya sering marah dan sulit untuk diajak hidup bersama. Saya merasa hampir nggak diperlakukan seperti manusia. Mereka ingin saya jadi dokter dan saya harus lulus ujian masuk yang sangat kompetitif di sini. Sejak kecil saya dihukum kalau tidak mendapat nilai baik, dan itu menciptakan begitu banyak kecemasan tentang ujian ini sampai saya hampir nggak bisa belajar karena rasa takut dan apati. Dulu saya adalah siswa dengan nilai A tapi mereka menyiksa saya, mereka berteriak kepada saya, wallah saya sudah kehabisan tenaga. Saya merasa seperti tidak bisa lulus dan jauh di lubuk hati saya sebenarnya nggak mau jadi dokter. Saya dipaksa dan nggak diberikan pilihan lain. Wallah ini menghancurkan saya - saya punya begitu banyak potensi tapi saya terjebak. Wallah saya nggak bisa ngetik lebih banyak. Masalah saya terasa berat. Kenapa saya dikurung seperti ini? Saya punya begitu banyak yang perlu disembuhkan di dalam diri saya. Saya hanya butuh seseorang yang peduli kepada saya - saya nggak merasakan cinta dari arah mana pun dalam hidup saya. Wallah ini menggerogoti saya. Tolong doakan saya dan saran praktis apa pun akan sangat berarti. Saya ingin menemukan jalan ke depan yang menyenangkan Allah dan menjaga kesehatan mental saya. Langkah-langkah apa yang bisa saya ambil untuk berbicara dengan orang tua saya, mencari dukungan, atau menjelajahi jalan lain tanpa mendiskreditkan mereka? Saran untuk mengatasi kecemasan ujian dan merasa terjebak akan sangat membantu. JazakAllahu khairan.