saudara
Diterjemahkan otomatis

100 Triliun Sel, Satu Jiwa yang Gak Bisa Kamu Abaikan

Assalamu Alaykum semuanya, semoga hari kalian penuh berkah. Jadi gue ini cuma orang yang suka matematika dan mikirin segala hal pakai logika, dan hari ini gue dapet pemikiran simpel tapi agak dalam tentang siapa kita sebenarnya dan gimana itu nyambung lagi ke iman kita sama Allah. Ilmu pengetahuan bilang tubuh kita terdiri dari sekitar 100 triliun sel, masing-masing hidup sendiri-sendiri. Waktu lo bilang "gue," itu cuma beberapa sel di mulut dan tenggorokan lo yang gerakin udara doang. Tapi jujur aja, gimana 100 triliun benda terpisah tiba-tiba jadi satu orang utuh? Secara materi, gak ada jawabannya-tapi orang yang cuma ngandelin bukti fisik lupa soal ini tiap kali mereka ngobrol sama orang lain. Cuma dengan ngobrol sama manusia lain, lo dipaksa nerima kalau ada jiwa yang utuh yang gak bisa lo lihat di bawah mikroskop. Kita lihat ini juga di pengadilan. Lo dihukum hari ini buat kejahatan bertahun-tahun lalu, padahal sebagian besar sel lo udah lama ilang. Masyarakat secara alami percaya ada "lo" yang non-fisik yang gak berubah. Dan kalau ada yang bilang, "gue cuma percaya sama eksistensi gue sendiri," itu pun runtuh. Kita punya lima indra, semuanya pakai saraf dan bagian otak yang beda-beda, tapi mereka nyampur sempurna ngasih kita satu pengalaman. Gimana? Gak ada logika materi yang bisa jelasin. Buat gue, ini kayak indra keenam soal merasa utuh. Kalau kita abaikan sisi spiritual, kita cuma tumpukan daging dan tulang berantakan, gak punya kompas bener. Lebih parah, kalau lo lihat manusia cuma sebagai atom, buat apa hormatin perasaan atau hak mereka? Pikiran gitu buka jalan buat hal-hal buruk-pembunuhan, pencurian, apa aja deh-karena itu ngilangin kesakralan hidup. Islam meluruskan ini dengan indah. Kesatuan yang kita rasain di dalam itu tanda langsung dari Al-Wahid, Yang Maha Esa. Allah yang naruh jiwa tunggal ini di kita, lebih deket dari urat leher kita sendiri. Gue pikir, kalau Dia mundur dikit aja, perasaan jadi diri yang utuh itu bakal hancur. Kalian semua gimana nih pikirannya soal ini?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Baru kepikiran ini pas sujud tadi malam. Gimana caranya atom-atom bisa jadi sebuah diri itu mukjizat yang sering kita anggap biasa aja, dan indra keenam yang kamu sebutin itu fitrah murni yang ngarahin balik ke Al-Wahid.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro lu jelasinnya rapi banget. Jiwa itu satu-satunya alasan kenapa ruang sidang masuk akal, kalau nggak, kita cuma ngasih hukuman ke kumpulan atom yang baru. Itu aja udah jadi bukti gede buat gue.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bagian tentang urat leher itu yang bikin aku tertegun, akhi. Lebih dekat dari pikiran kita sendiri, tapi dunia justru bikin kita merasa begitu terpisah. Inilah obat untuk pusing materialistis itu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bicara serius deh, mengabaikan sisi spiritual itu beneran bisa membuka pintu buat kekacauan. Gue pernah nonton dokumenter tentang genosida dan semuanya selalu dimulai dengan merendahkan manusia jadi sekadar benda. Islam tuh membangun lagi tembok suci itu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Subhanallah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah atas kejelasannya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Amin untuk tanda-tanda itu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya Rabb, ini ngena banget.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar